8 Parpol Nonparlemen Akan Bertemu Dasco, Bahas RUU Pemilu

Oleh Hidayat Taufik pada 28 Sep 2026, 12:07 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Delapan partai politik nonparlemen yang tergabung dalam Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) mengklaim akan bertemu pimpinan DPR untuk membahas RUU Pemilu.

Pertemuan tersebut disebut berlangsung pada Selasa (29/9). Sekjen Partai Hanura Benny Ramdhany mengatakan GKSR mendapat informasi bahwa Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad akan menerima perwakilan mereka.

"Hari Selasa kita sudah mendapatkan info, Pak Dasco menyiapkan waktu untuk menerima pimpinan partai politik yang bergabung di GKSR," kata Benny dikutip dalam keterangannya, Senin (28/9/26).

Benny menyambut baik rencana audiensi tersebut. Menurut dia, pertemuan itu dapat menjadi kesempatan bagi partai nonparlemen menyampaikan pandangan terkait pembahasan RUU Pemilu.

"Sikap Pak Dasco ini harus diapresiasi, sikap negarawan. Walaupun mereka berada di partai yang hari ini berkuasa, bahkan ada di parlemen, tapi tetap memberikan tempat dan ruang untuk kita berdiskusi," katanya.

Sebelumnya, GKSR menyatakan telah menyiapkan naskah akademik RUU Pemilu. Dokumen tersebut disebut memiliki ketebalan sekitar 200 halaman.

Ketua Umum GKSR Said Iqbal mengatakan naskah tersebut berisi 30 persoalan yang berkaitan dengan RUU Pemilu. Salah satu pembahasan utama ialah mengenai ambang batas parlemen.

"Kami mengadakan launching naskah akademik sekaligus sandingan RUU Pemilu yang sedang dibahas oleh partai parlemen di DPR," kata Said.

GKSR beranggotakan delapan partai nonparlemen. Partai tersebut terdiri atas Hanura, Perindo, PPP, Partai Buruh, Partai Ummat, PBB, PKN, dan Partai Berkarya.

Dalam draf yang mereka susun, GKSR menyampaikan penolakan terhadap wacana menaikkan ambang batas parlemen menjadi 5 persen. Mereka mengusulkan ambang batas tersebut ditetapkan sebesar 1 persen.

"Parliamentary threshold adalah 1 persen, dengan tetap mempertimbangkan fraksi gabungan di tingkat nasional DPR RI dan/atau stembus accord dalam pemilihan yang dilakukan sebelum pemilu atau di awal, bukan sesudah," kata Said.

Sementara itu, kabar mengenai rencana pertemuan tersebut belum mendapat konfirmasi langsung dari Dasco.

Dari beberapa Sumber  telah menghubungi Dasco melalui pesan singkat, tetapi belum memperoleh tanggapan hingga berita tersebut ditulis.