Ada Apa? Rumah Jampidsus Febrie Dijaga Puluhan Prajurit TNI Usai De Clan Digeledah

Oleh Hidayat Taufik pada 08 Jul 2026, 23:44 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pengamanan di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah diperketat dengan melibatkan personel TNI pada Rabu (8/7/2026).

Rumah yang berada di kawasan Jalan Radio I Nomor 5, Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu dijaga lebih dari 20 prajurit TNI, baik yang mengenakan seragam maupun pakaian sipil. Sejumlah personel juga terlihat membawa senjata laras panjang dan berjaga di beberapa titik akses menuju rumah tersebut.

Pengamanan dilakukan setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menggeledah Restoran De Clan Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai keterkaitan antara penggeledahan tersebut dengan pengamanan ketat di rumah Jampidsus Febrie Adriansyah.

Restoran De Clan sendiri sebelumnya dikenal dengan nama Gontran Cherrier. Lokasi itu sempat menjadi sorotan pada Mei 2024 saat terjadi penangkapan seorang anggota Densus 88 yang diduga melakukan penguntitan terhadap Febrie Adriansyah oleh personel pengamanan TNI.

Sejak peristiwa tersebut, Febrie diketahui mendapat pengamanan dari personel TNI. Kediamannya juga pernah menjadi lokasi yang hendak digeledah oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Agustus 2025, namun upaya tersebut tidak terlaksana karena mendapat penolakan dari petugas pengamanan.

Sementara itu, Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menjelaskan penggeledahan di Restoran De Clan Signature dan Koin Money Changer merupakan bagian dari penyidikan gabungan bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Menurut Totok, penyidik melakukan penggeledahan di delapan lokasi berbeda di Jakarta dan Jawa Barat untuk mengumpulkan alat bukti dalam sejumlah perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Selain menyelidiki dugaan korupsi terkait tata kelola batu bara yang dikaitkan dengan peristiwa pemadaman listrik di sejumlah daerah, penyidik juga menangani perkara lain, termasuk kasus yang berkaitan dengan ASABRI, Jiwasraya, serta dugaan pencucian uang dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon mengatakan penyidik juga mendalami dugaan keterlibatan penyelenggara negara dalam perkara tersebut.

Dari hasil penggeledahan di Restoran De Clan Signature dan Koin Money Changer, polisi menyita sejumlah brankas yang berisi uang tunai dalam mata uang dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura. Hingga kini, penyidik masih melakukan penghitungan terhadap total uang yang ditemukan.