Air Sumur Menyusut, Puluhan Warga di Malang Terpaksa Mencuci di Sungai

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 22 Jul 2026, 17:03 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Ancaman kekeringan mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kondisi ini terjadi seiring penurunan debit air yang mulai terasa sejak akhir Juni 2026.

Di Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, sekitar 30 kepala keluarga atau KK mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Penurunan debit air paling terasa di wilayah RT 13 dan RT 14 RW 2 Dusun Krajan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung beberapa bulan ke depan. BPBD terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan.

"Untuk saat ini baru ada laporan penurunan debit air dari Desa Sitiarjo dan Kedungbanteng. Kami terus melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan," kata Sadono, Rabu (22/7/2026).

Berdasarkan pemantauan BPBD, debit air dari belik dan sumur warga di Desa Sumberagung mulai menurun sejak sekitar dua pekan terakhir. Saat ini, debit air yang tersedia diperkirakan hanya sekitar 30% dari kondisi normal sehingga mulai berdampak pada aktivitas warga.

Kebutuhan air untuk minum dan memasak masih dapat dipenuhi dari sumber yang tersisa, namun warga mulai kesulitan untuk mencuci pakaian. Mereka kini harus menuju Sungai Mbambang yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari wilayah RW 2 Desa Sumberagung.

Selain Sumberagung, BPBD Kabupaten Malang memantau kondisi di Desa Sitiarjo dan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. BPBD sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan memetakan 13 desa di enam kecamatan sebagai wilayah rawan, namun hingga kini Desa Sumberagung belum mendapat distribusi air bersih karena kondisinya dinilai belum masuk kategori kekeringan krisis.