Ancaman Nyata di Depan Mata, Malaysia Bersiap Hadapi Krisis BBM Mulai Juni

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 15 Apr 2026, 07:41 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Malaysia bersiap menghadapi potensi krisis BBM mulai Juni 2026 di tengah tekanan pasokan energi global.

Pemerintah menyebut periode Juni hingga Juli sebagai fase paling krusial. Stabilitas pasokan diperkirakan akan diuji akibat dampak konflik global, termasuk ketegangan Amerika Serikat dan Iran.

Menteri Ekonomi Akmal Nasrullah Mohd Nasir menegaskan pentingnya kesiapan menghadapi periode tersebut. Pemerintah ingin memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa gangguan besar.

Saat ini, pasokan BBM masih relatif aman hingga Mei 2026. Namun, peningkatan permintaan di beberapa wilayah mulai memicu gangguan distribusi di sejumlah SPBU.

Pemerintah merespons dengan memperbaiki distribusi dan menjaga stabilitas pasokan. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Selain BBM, pemerintah juga mengamankan pasokan bahan baku berbasis minyak dan gas. Sektor farmasi dan alat kesehatan menjadi prioritas tambahan.

Isu ekspor solar ke Filipina pun dibantah pemerintah. Klarifikasi ini dilakukan untuk meredam kekhawatiran publik.

Perusahaan energi nasional Petronas menegaskan fokus utama tetap pada kebutuhan domestik. Pasokan dalam negeri dipastikan menjadi prioritas utama.

Situasi ini menunjukkan tekanan global mulai berdampak nyata. Malaysia kini berpacu dengan waktu untuk menjaga ketahanan energinya tetap aman.