JAKARTA, Cobisnis.com – Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia menggelar Indonesia Guarantee Summit (IGS) 2026 sebagai forum strategis nasional untuk membahas penguatan industri penjaminan dalam mendukung akses pembiayaan dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Forum yang mengusung tema “Pemurnian Industri Penjaminan sebagai Fondasi Penguatan Akses Pembiayaan dan Stabilitas Sistem Keuangan” itu mempertemukan regulator, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, hingga pemerintah daerah.
Ketua Asippindo Ivan Soeparno mengatakan industri penjaminan memiliki peran penting dalam memperluas akses pembiayaan UMKM dan sektor produktif melalui mekanisme berbagi risiko.
Menurut Ivan, pemurnian industri penjaminan perlu dipahami sebagai langkah memperkuat tata kelola, mitigasi risiko, dan model bisnis industri agar lebih sehat dan kompetitif.
Dalam keynote speech, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto yang diwakili Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Ferry Irawan menyebut penguatan industri penjaminan penting untuk mendukung pembiayaan UMKM yang selama ini belum sepenuhnya bankable.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan Ogi Prastomiyono mengungkapkan hingga 2025 terdapat 24 entitas penjaminan di Indonesia dengan total aset mencapai Rp47,51 triliun.
Nilai outstanding penjaminan tercatat sebesar Rp406,43 triliun dengan porsi penjaminan produktif mencapai 70,91 persen.
OJK juga terus mendorong penguatan industri melalui peningkatan modal, pengawasan berbasis risiko, serta pengembangan ekosistem penjaminan nasional yang lebih terintegrasi.
Indonesia Guarantee Summit 2026 turut menghadirkan panel diskusi bersama regulator, akademisi, dan pelaku industri guna membahas arah pengembangan industri penjaminan yang lebih sehat, kredibel, prudent, dan berkelanjutan.
Selain sesi keynote speech, Indonesia Guarantee Summit 2026 juga menghadirkansesi panel diskusi dan focus group discussion (FGD) yang membahas berbagai isu strategispenguatan industri penjaminan nasional. Adapun sesi tersebut menghadirkan sejumlahnarasumber dan panelis dari regulator, akademisi, dan pelaku industri, antara lainDeputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJKIwan Pasila, Ketua Asippindo Ivan Soeparno, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKMRI Riza Damanik, Deputi Direktur Madya Departemen Pengaturan dan PengembanganPerasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Didy Handoko, Direktur BUMD, BLUD, danBMD Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Yudia Ramli, Direktur Pengembangan Bisnisdan Kelembagaan Jamkrindo Krisna Johan, Komisaris Independen PT Penjaminan UlangIndonesia Diding S. Anwar, Dewan Pengawas Syariah Jamkrida Jakarta Prof. Dr. Euis AmaliaM.Ag., Guru Besar FEB Universitas Indonesia Prof. Rofikoh Rokhim, dan Pengamat Ekonomi &Kebijakan Publik Universitas Paramadina Wijayanto Samirin.