JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah penumpang penerbangan internasional tertahan di Singapura akibat penutupan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9). Penutupan dilakukan setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar hingga wilayah Jabodetabek dan Lampung.
Para penumpang yang sebelumnya berada di Bandara Changi seharusnya terbang menuju Bandara Soetta pada Sabtu (5/9) pukul 18.30 waktu setempat. Namun, penerbangan tersebut dibatalkan setelah adanya penutupan operasional Bandara Soetta.
Penumpang kemudian mendapatkan kompensasi berupa akomodasi untuk satu malam. Penerbangan lanjutan dijadwalkan pada Minggu pukul 13.55 WIB, namun jadwal tersebut masih tentatif karena menunggu kepastian operasional bandara.
Otoritas Bandara Soetta sebelumnya menutup operasional bandara hingga pukul 09.30 WIB. Penutupan dilakukan sebagai dampak paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih mengalami erupsi hingga Minggu pagi.
Selain Soetta, tiga bandara lainnya turut ditutup, yakni Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, dan Bandara Budiarto Curug, Tangerang.
Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah ikut terdampak. Kondisi abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah menjadi pertimbangan dalam penghentian sementara operasional bandara.
Sebelumnya, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar ke wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Jawa Barat hingga Jabodetabek. Arah sebaran abu berubah mengikuti kondisi angin di sekitar wilayah erupsi.
Penutupan bandara dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan. Operasional akan kembali menyesuaikan hasil pemantauan kondisi abu vulkanik dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kondisi tersebut juga membuat sejumlah penerbangan internasional yang menuju Jakarta harus menunggu kepastian operasional Bandara Soetta. Penumpang diminta mengikuti informasi terbaru dari maskapai dan otoritas penerbangan.