JAKARTA, Cobisnis.com - Apakah kamu pernah merasakan sesak napas, ngos-ngosan hingga lelah setelah naik turun tangga? Kalau iya, sekilas hal itu sangatlah wajar.
Gejala tersebut bisa disebabkan banyak faktor. Hal ini umum terjadi di kalangan orang-orang dari segala usia dan tingkat kebugaran. Tetapi apakah ini sesuatu yang perlu dikhawatirkan?
Lantas, apa yang menyebabkan napas ngos-ngosan setelah menaiki tangga?
Dilansir dari huffpost, Selasa (28/07/2026), para ahli mengatakan kepada bahwa ada beberapa hal yang perlu diingat terkait kondisi ini. Meskipun bisa jadi normal, hal ini juga bisa menjadi penyebab kekhawatiran atau bahkan ada permasalahan kebugaran yang harus dicoba dan diperbaiki.
Dr. Karherine Pohlgeers dokter kedokteran keluarga dan kedokteran olahraga di University of Louisville Health mengatakan, merasa sesak napas setelah menaiki tangga disebut respons fisiologis normal
"Karena ada peningkatan tuntutan pada tubuh, ada peningkatan kerja , ada peningkatan kebutuhan oksigen dan kebutuhan ventilasi."
"Jika kamu kehabisan napas selama sekitar satu menit tetapi dapat dengan mudah mengatur napas kembali, itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan," terang Dr. Pohlgeers.
Tingkat sesak napas seseorang bervariasi. Seseorang akan lebih kehabisan napas jika berlari menaiki tangga atau berjalan menaiki tangga dengan koper berat daripada jika berjalan santai menaiki tangga. Beberapa orang bahkan mungkin tidak terlalu merasakan sesak napas.
Lebih lanjut, Dr. Pohlgeers menjelaskan, meskipun merasa sesak napas setelah menaiki tangga adalah hal yang normal, ada beberapa tanda peringatan yang mungkin mengindikasikan adanya masalah.
Hal pertama, apakah sesak napas kamu merupakan masalah baru yang belum pernah terjadi sebelumnya? Atau apakah semakin memburuk? Jika jawaban untuk salah satu pertanyaan tersebut adalah ya, Anda harus berkonsultasi dengan dokter tentang kemungkinan masalah yang mendasarinya.
"Yang terpenting adalah jangan langsung berpikir, 'Ya ampun, saya akan mati,' tetapi juga, jangan selalu menganggapnya hanya sebagai, 'Yah, saya kurang bugar," kata Dr. Pohlgeers.
Lebih lanjut, menurut Karl Erickson, spesialis performa di Mayo Clinic Sports Medicine menjelaskan kondisi mendasar seperti gagal jantung, obesitas, penyakit paru-paru kronis, merokok, dan bahkan anemia dapat memperburuk sesak napas yang kamu rasakan setelah menaiki tangga.
"Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk pulih juga selalu menjadi indikator yang baik," kata Erickson.
Erickson menjelaskan bahwa pernapasan yang lebih cepat selama satu atau dua menit setelah menaiki banyak tangga adalah hal yang normal.
"Namun, jika pernapasan tetap cepat selama lebih dari tiga menit atau dalam jangka waktu yang lama, itu baru menjadi lebih mengkhawatirkan," ujarnya.
Jika kamu merasakan nyeri dada, sakit kepala, atau perubahan penglihatan bersamaan dengan sesak napas, itu mengkhawatirkan dan sebaiknya kamu bida langsung periksa ke dokter.
Lebih lanjut, Erickson mengatakan upaya agar tidak lelah saat naik tangga adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh, lakukan secara bertahap
"Kamu tidak perlu naik turun tangga lima kali berturut-turut. Sebaliknya, bangun kemampuan kebugaran secara perlahan dengan cara yang berkelanjutan dan bahkan menyenangkan, baik itu dengan melakukan pekerjaan di luar ruangan, berjalan-jalan dengan tetangga, atau berkebun."
"Seiring kamu meningkatkan kekuatan dan kebugaran, daya tahan kamu dalam menaiki tangga juga akan meningkat. Kamu akan dengan mudah menaiki beberapa anak tangga berturut-turut dalam waktu singkat," jelas Erickson.