Belanja OpenAI untuk Pusat Data Naik Jadi USD750 Miliar hingga 2030

Oleh Desti Dwi Natasya pada 23 Jul 2026, 14:05 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – OpenAI meningkatkan proyeksi belanja infrastruktur komputasi menjadi sekitar USD750 miliar hingga 2030. Nilai tersebut naik sekitar 25 persen dibandingkan estimasi awal tahun yang berada di kisaran USD600 miliar seiring meningkatnya kebutuhan kapasitas komputasi untuk pengembangan kecerdasan buatan. 

Kenaikan anggaran ini dilakukan setelah OpenAI menjalin sejumlah perjanjian baru dengan penyedia layanan komputasi awan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas kapasitas pusat data di tengah persaingan industri AI yang semakin ketat. 

Sebagai tahap awal, OpenAI mengumumkan pembangunan pusat data baru bernama Project Camellia di Georgia, Amerika Serikat. Proyek senilai USD20 miliar itu menjadi fasilitas pertama yang dirancang dan dikembangkan langsung oleh OpenAI. 

Project Camellia akan dibangun di kawasan seluas sekitar 1.400 acre dan memperoleh pasokan listrik hingga 3,2 gigawatt secara bertahap pada periode 2028 hingga 2032. OpenAI juga menyatakan akan menanggung biaya infrastruktur dan layanan kelistrikan yang dibutuhkan proyek tersebut. 

Selain membangun pusat data sendiri, OpenAI tetap memperluas kerja sama dengan sejumlah mitra cloud global. Perusahaan telah memiliki komitmen komputasi bernilai besar bersama Oracle, Amazon Web Services, dan Microsoft Azure. 

OpenAI juga merekrut Brent Mayo, mantan eksekutif xAI yang berpengalaman membangun pusat data Colossus milik Elon Musk. Kehadirannya diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur baru sekaligus memperkuat strategi ekspansi perusahaan. 

Di balik ambisi tersebut, rencana belanja OpenAI dikabarkan memicu perbedaan pandangan di internal perusahaan. Laporan menyebutkan Chief Financial Officer Sarah Friar sempat menyuarakan kekhawatiran terkait kemampuan perusahaan memenuhi komitmen belanja apabila pertumbuhan pendapatan tidak berjalan sesuai harapan. 

Meski demikian, OpenAI tetap melanjutkan ekspansi infrastruktur sebagai fondasi pengembangan model AI generasi berikutnya. Investasi besar tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pusat data kini menjadi salah satu faktor terpenting dalam persaingan industri kecerdasan buatan global.