Benarkah Kulit Pisang dapat Menutrsi Tanaman? Ini Penjelasannya

Oleh Chodijah Febriani pada 10 Sep 2026, 09:02 WIB

Pisang - pexels/Alleksana

JAKARTA, Cobisnis.com - Mungkin kamu pernah mendengar bahwa mengubur kulit pisang di kebun adalah cara yang baik untuk menambahkan nutrisi penting ke tanah agar tanaman tumbuh sehat.

Kulit pisang memang mengandung nutrisi, tetapi tidak sebanyak yang kamu kira. Selain itu, tidak sesederhana menempatkannya di tanah dan menggantikan pupuk atau kompos.

Kulit pisang mengandung kalium dan fosfor, yang merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman yang subur.

"Pisang sebagian besar terdiri dari air, akan terurai perlahan, dan tidak akan menyediakan nutrisi yang cukup," kata Barbara Smith, Ahli Hortikultura Konsumen di Pusat Informasi Rumah dan Kebun Clemson Extension (HGIC) dilansir dari Southern Living, Kamis (10/9/2026).

Masalah dengan metode ini adalah kamu mungkin berasumsi bahwa tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup padahal sebenarnya tidak.

Menurut Pam Farley, penulis buku The First-Time Gardener: Container Food Gardening, mengatakan kulit pisang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai sehingga tanaman kamu tidak akan mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan saat mereka membutuhkannya.

"Kulit pisang mungkin membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk terurai di kebun, dan sayuran kamu sudah lama dipanen pada saat itu," jelas Farley.

Lantas, apa yang terjadi jika mengubur kulit pisang?

Tanah itu hidup dan memiliki ekosistemnya sendiri. Jika kulit pisang dikubur di dalam tanah, mikroorganisme akan bekerja untuk menguraikannya. Tetapi ini dapat mengurangi jumlah nutrisi yang tersedia di tanah bagi tanaman.

"Menambahkannya ke tanaman dapat menjadi bumerang karena organisme tanah yang bekerja untuk menguraikan kulit pisang akan mengurangi nitrogen yang tersedia yang membantu tanaman tumbuh dengan baik," kata Smith.

Sisa makanan organik yang dikubur di tanah juga dapat menarik tamu yang tidak diinginkan ke kebun. Kamu mungkin malah menciptakan lebih banyak masalah daripada solusi dengan apa yang disebut sebagai trik berkebun ini.

"Rakun, tikus, atau opossum di lingkungan sekitar kamu pasti akan senang menggali kebun dan memakan kulit pisang itu," kata Farley.

Selain itu, bukan hanya hewan pengerat yang perlu kamu pertimbangkan. Kulit pisang yang membusuk dapat mengeluarkan bau yang menarik hama.

"Kulit yang membusuk dapat menarik lalat jamur, yang larvanya dapat merusak akar dan menghambat pertumbuhan tanaman," ungkap Farley.

Jadi, bagaimana cara yang tepat menggunakan kulit pisang untuk tanaman?

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari kulit pisang, tempat terbaik untuk membuangnya adalah di tempat kompos.

"Lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik di tumpukan kompos memungkinkan kulit pisang untuk cepat terurai. Kulit pisang akan menambahkan sejumlah kecil kalsium, magnesium, fosfat, kalium, dan natrium ke kompos, yang kemudian dapat kamu gunakan untuk memperbaiki tanah di kebun kamu," ujar Farley.

Selain itu, kamu juga bisa mencoba membuat pupuk cair berupa teh dengan merendam kulit pisang tua dalam air selama 24-48 jam, lalu menyemprotkannya sedikit atau menyiram tanaman dengan air tersebut.

Kamu juga bisa membuat bubuk kulit pisang dengan mengeringkan kulit pisang tua di dalam oven atau di luar ruangan jika cuaca hangat, menggilingnya, dan mencampurkan bubuk tersebut ke dalam tanah untuk menambah nutrisi. Kedua cara ini efektif sebagai sumber nutrisi. Bubuk akan memberikan nutrisi secara bertahap, sedangkan teh akan memberikan nutrisi lebih cepat.