BNI Pastikan Bantuan dan Layanan Perbankan Tetap Berjalan di Tengah Gempa NTT

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 16 Aug 2026, 20:52 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama para pengungsi selama masa tanggap darurat. BNI menyalurkan bantuan melalui program BNI Berbagi dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan BPBD.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan pihaknya melakukan identifikasi kebutuhan bersama pemerintah daerah, BPBD, dan pemangku kepentingan terkait. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan turut prihatin atas musibah yang dialami masyarakat. Dalam kondisi tanggap darurat, BNI hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan yang paling mendesak agar dukungan dapat segera dirasakan masyarakat terdampak," ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Pada tahap awal, bantuan yang disalurkan berupa air mineral, beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, biskuit, popok bayi, serta peralatan dapur. Bantuan tersebut dikirim secara bertahap ke Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, dan Ruteng.

"Penyaluran ini merupakan bantuan tahap awal BNI. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD untuk menentukan dukungan lanjutan yang paling dibutuhkan masyarakat," kata Okki.

BNI memastikan bantuan tidak berhenti pada tahap awal. Penyaluran berikutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan prioritas masyarakat di wilayah terdampak selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi Keluarga Besar BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia. BNI menyebut sinergi tersebut ditujukan untuk mendukung penanganan dampak bencana secara cepat, terukur, dan tepat sasaran.

Selain bantuan kemanusiaan, BNI memastikan layanan perbankan di wilayah terdampak tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan pegawai dan nasabah. Dari 25 outlet BNI di area Ende dan Maumere, sebanyak 24 outlet masih beroperasi.

Satu outlet, yaitu KCP Borong, sementara belum dapat beroperasi karena mengalami keretakan bangunan dan membutuhkan perbaikan. Dari 67 mesin ATM di area tersebut, 65 mesin tetap beroperasi, sementara dua ATM di KCP Borong sementara tidak digunakan.

Sebagai bagian dari business continuity plan, BNI menyiapkan O Branch atau layanan gerak untuk melayani transaksi nasabah KCP Borong selama proses perbaikan. Nasabah juga masih dapat menggunakan jaringan kantor BNI lainnya serta kanal elektronik dan digital.

"Keselamatan pegawai dan nasabah menjadi prioritas. Dengan dukungan jaringan kantor, O Branch, serta kanal elektronik dan digital, kami memastikan kebutuhan layanan perbankan masyarakat tetap dapat terlayani selama proses pemulihan," jelas Okki.

BNI akan menormalisasi operasional KCP Borong setelah kondisi bangunan dinyatakan aman dan memungkinkan untuk digunakan kembali. Perseroan juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam mendukung penanganan pascabencana.