JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui rehabilitasi ekosistem mangrove di sejumlah wilayah pesisir Indonesia. Program ini sekaligus diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli, BNI menegaskan upaya tersebut menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG. Perseroan mendorong agar manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga ekonomi masyarakat.
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL BNI Berbagi, perseroan telah menanam 258.000 bibit mangrove selama delapan tahun terakhir. Penanaman dilakukan di Mempawah, Kalimantan Barat, Kebumen, Jawa Tengah, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Banyuwangi, Jawa Timur, dan Pamekasan, Jawa Timur.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan rehabilitasi mangrove menjadi bagian dari strategi perseroan dalam membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pendekatan Nature based Solutions atau NbS. Langkah ini juga selaras dengan arah transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan.
"Pelestarian mangrove tidak hanya memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga menciptakan sumber penghidupan baru bagi masyarakat," ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Menurut dia, BNI melibatkan kelompok tani dan masyarakat dalam berbagai tahapan program, mulai dari pembibitan hingga penanaman. Masyarakat juga didorong mengembangkan ekowisata dan produk olahan mangrove agar manfaat konservasi dapat dirasakan secara langsung.
Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir karena mampu menyerap karbon alami atau carbon sink. Ekosistem ini juga membantu melindungi wilayah pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, dan kenaikan muka air laut.
Selain itu, kawasan mangrove menjadi habitat bagi berbagai biota laut yang mendukung aktivitas perikanan. Keberadaan ekosistem tersebut turut menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.
BNI juga mendorong pengembangan aktivitas ekonomi berbasis ekosistem mangrove, mulai dari ekowisata hingga produk olahan. Dengan pendekatan ini, rehabilitasi lingkungan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dampak program tersebut telah terlihat dari hasil evaluasi Program Regenerasi Hutan Mangrove di Banyuwangi. Program ini mencatat Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 84,09 persen, yang menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap kualitas pelaksanaan dan manfaat program.
Okki menegaskan BNI akan terus mengarahkan program TJSL untuk menciptakan manfaat nyata dan berkelanjutan. Perseroan juga akan memperluas kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, komunitas, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat rehabilitasi mangrove serta ekonomi berbasis ekosistem pesisir.
Sejalan dengan transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia, BNI berharap berbagai inisiatif tersebut dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan turut mendukung penguatan ekonomi lokal dan pertumbuhan ekonomi nasional.