BSI Dorong Hunian Pendukung Usaha Lewat KUR Perumahan

Oleh Rizki Meirino pada 20 May 2026, 07:39 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI terus memperkuat dukungannya terhadap program pemerintah di sektor perumahan melalui penyaluran Pembiayaan Kredit Program Perumahan (KPP) berbasis syariah.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan “Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat” di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (19/5/2026).

Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, mengatakan pembiayaan KPP menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat memperoleh hunian pendukung usaha sekaligus menggerakkan sektor ekonomi produktif.

Menurut Bob, program tersebut tidak hanya membantu masyarakat memiliki rumah layak huni, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pengembang, kontraktor, hingga UMKM bahan bangunan.

BSI menawarkan pembiayaan KPP dengan margin setara 6% efektif per tahun bagi pelaku UMKM. Skema tersebut diharapkan dapat mempermudah akses modal kerja maupun investasi pembangunan rumah pendukung usaha.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, turut mengapresiasi kinerja BSI dalam mendukung Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran pembiayaan perumahan berbasis syariah.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2025 hingga April 2026, BSI telah menyalurkan pembiayaan KPP sebesar Rp819 miliar kepada 2.385 nasabah. Khusus sepanjang 2026 hingga April, realisasi pembiayaan mencapai Rp747 miliar kepada 2.190 nasabah.

Sementara itu, di wilayah Nusa Tenggara Barat, penyaluran pembiayaan KPP BSI tercatat mencapai Rp44 miliar kepada 110 nasabah.

Selain KPP, hingga April 2026 BSI juga telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp3,78 triliun kepada 25.785 nasabah dan mendukung pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp198 miliar untuk 211 titik.

Secara korporasi, hingga kuartal I 2026 aset BSI mencapai Rp460 triliun atau tumbuh 14,78% secara tahunan. Penyaluran pembiayaan tercatat sebesar Rp329 triliun dengan laba bersih Rp2,2 triliun.