BSI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Expo dan Pendampingan Usaha

Oleh Dwi Natasya pada 09 Mar 2026, 21:53 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program pendampingan, pembiayaan, hingga fasilitasi keikutsertaan dalam pameran berskala nasional maupun internasional.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan bahwa keikutsertaan dalam expo menjadi salah satu strategi efektif untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli, mitra bisnis, hingga investor potensial.

Menurutnya, langkah tersebut telah memberikan dampak positif karena sejumlah UMKM binaan BSI berhasil memperluas pasar bahkan menembus pasar internasional.

Hingga Desember 2025, BSI mencatat pembiayaan sektor UMKM telah mencapai sekitar Rp52,58 triliun. Pembiayaan tersebut didorong oleh berbagai skema pembiayaan syariah seperti murabahah atau jual beli serta musyarakah yang menggunakan skema pembagian modal kerja sesuai kebutuhan nasabah.

Selain pembiayaan, BSI juga aktif mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan. Kegiatan tersebut mencakup coaching clinic terkait sertifikasi halal, pelatihan pengembangan usaha, digitalisasi transaksi, literasi keuangan syariah, hingga strategi branding agar pelaku UMKM dapat menjadi lebih bankable.

Sejumlah pelaku usaha mengaku merasakan manfaat dari dukungan tersebut. Partisipasi dalam berbagai expo dinilai tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka peluang jaringan distribusi baru serta kesempatan ekspor ke pasar global.

Dalam waktu dekat, BSI juga berpartisipasi dalam kegiatan UMKM Ramadan Fair 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia di beberapa kota di Jawa Timur seperti Jember, Probolinggo, dan Malang.

Dalam kegiatan tersebut, BSI melibatkan sekitar 75 UMKM binaan dari berbagai sektor usaha, mulai dari makanan dan minuman, fesyen, hingga produk halal lainnya. Pada kesempatan itu, BSI juga menyerahkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada sejumlah pelaku usaha dalam ekosistem pasar di wilayah tersebut.

Kegiatan ini juga melibatkan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang merupakan badan layanan umum di bawah Kementerian Keuangan. Melalui kolaborasi ini, PIP mendorong penguatan pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro melalui berbagai skema pendanaan yang dapat melengkapi pembiayaan dari lembaga keuangan.

Direktur Kerjasama Pendanaan dan Pembiayaan PIP Muhammad Yusuf menyampaikan bahwa akses pembiayaan saja belum cukup untuk mendorong UMKM naik kelas. Menurutnya, pelaku usaha juga membutuhkan ekosistem yang terintegrasi mulai dari pendampingan, peningkatan kapasitas, hingga akses pasar.

Karena itu, kegiatan pameran UMKM dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk menghubungkan produk pelaku usaha dengan konsumen maupun calon pembeli potensial sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas.

Dengan berbagai langkah tersebut, BSI berharap semakin banyak pelaku UMKM di Indonesia yang mampu berkembang, memperluas pasar, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.