JAKARTA, Cobisnis.com – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas merawat anak dapat mengubah cara kerja otak, bahkan pada orang yang tidak mengalami kehamilan. Para ilmuwan menyebut perubahan tersebut merupakan bentuk adaptasi yang membantu seseorang menjadi lebih peka terhadap kebutuhan anak.
Selama ini, istilah mom brain sering dikaitkan dengan penurunan daya ingat setelah melahirkan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan perubahan pada otak bukan sekadar dampak kehamilan, melainkan juga dipengaruhi oleh pengalaman mengasuh anak secara langsung.
Peneliti menemukan bahwa ayah, orang tua angkat, hingga pengasuh utama juga mengalami perubahan pada area otak yang berkaitan dengan empati, perhatian, dan pemahaman sosial. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas mengasuh memiliki pengaruh biologis yang nyata terhadap fungsi otak.
Psikiater dan ahli saraf dari Stony Brook University, James Swain, menjelaskan bahwa menjadi orang tua merupakan pengalaman yang mampu membentuk ulang respons otak. Menurutnya, tangisan bayi memicu aktivitas pada area otak yang berkaitan dengan motivasi, emosi, dan kemampuan mengambil keputusan.
Sementara itu, peneliti Elseline Hoekzema menegaskan perubahan struktur otak selama masa menjadi orang tua bukan berarti kemampuan kognitif menurun. Sebaliknya, otak justru menjadi lebih terspesialisasi sehingga mampu mengenali isyarat dan kebutuhan anak dengan lebih baik.
Para ahli juga menilai beban pengasuhan yang terus-menerus, seperti memberi makan, menenangkan anak, hingga mengantisipasi berbagai kebutuhan mereka, menjadi latihan yang membentuk jaringan saraf. Adaptasi tersebut membantu pengasuh menjadi lebih waspada dan responsif terhadap lingkungan sekitar.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa tekanan dan stres berkepanjangan tetap dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan otak. Sejumlah penelitian menunjukkan manfaat pengasuhan dapat berkurang apabila beban fisik maupun emosional yang dirasakan terlalu besar.
Para ilmuwan masih terus meneliti bagaimana pengalaman mengasuh memengaruhi otak pada berbagai jenis keluarga dan kelompok pengasuh. Namun, bukti yang ada saat ini menunjukkan bahwa perubahan otak saat merawat anak merupakan bentuk adaptasi alami yang membantu manusia menjalankan peran sebagai pengasuh dengan lebih efektif.