JAKARTA, Cobisnis.com – Burger King kembali menunjukkan performa kuat di tengah persaingan ketat industri burger Amerika Serikat. Whopper versi terbaru membantu Burger King mencatat kenaikan penjualan toko yang sama sebesar 8,5% pada kuartal terakhir.
Pertumbuhan tersebut mengungguli McDonald’s dengan selisih terbesar dalam lebih dari satu dekade. Selain itu, Burger King kini menyalip Wendy’s dalam penjualan di Amerika Serikat. Posisi itu membuat Burger King menjadi jaringan burger terbesar kedua di negara tersebut.
McDonald’s masih mempertahankan posisi pertama dengan jarak yang cukup kuat. Dalam laporan kinerja pekan lalu, manajemen Restaurant Brands International menyoroti Burger King sebagai salah satu bisnis dengan performa terbaik.
Perusahaan induk tersebut juga memiliki Popeyes dan Tim Hortons. Menurut manajemen, strategi Burger King berfokus pada paket makanan bernilai terjangkau. Selain itu, perusahaan menjalankan kampanye pemasaran dan renovasi restoran selama beberapa tahun.
Strategi tersebut membantu Burger King memperkuat kembali citra mereknya di tengah persaingan industri makanan cepat saji. Namun, Burger King juga mengubah cara komunikasinya dengan konsumen. Presiden Burger King Tom Curtis kini menjadi salah satu wajah utama merek tersebut.
Curtis tampil dalam iklan peluncuran kembali Whopper. Ia juga muncul dalam video lain yang memperlihatkan dirinya menikmati burger tersebut. Video itu mendapat perhatian karena menyindir respons publik terhadap CEO McDonald’s Chris Kempczinski.
Kempczinski sebelumnya mendapat kritik di media sosial setelah terlihat canggung saat mencoba menyantap Big Arch. Burger King kemudian memanfaatkan momentum tersebut dengan pendekatan pemasaran yang lebih santai dan dekat dengan konsumen.
Dengan performa Whopper yang semakin kuat, Burger King kembali memperketat persaingan dengan McDonald’s dan Wendy’s. Karena itu, kebangkitan Burger King menunjukkan bahwa inovasi produk dan strategi pemasaran masih berperan penting dalam perang merek makanan cepat saji.