JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah resmi menetapkan pengaturan lalu lintas untuk periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026/1447 Hijriah. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor KP-DRJD 854 Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Aturan ini disusun guna menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran perjalanan masyarakat, mengingat potensi lonjakan mobilitas selama musim mudik Lebaran.
Berikut rincian rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan:
1. Sistem Satu Arah (One Way)
Arus Mudik
Penerapan one way dimulai dari Tol Jakarta–Cikampek KM 70 hingga Tol Semarang–Solo KM 421.
Berlaku: Selasa, 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Arus Balik
Skema satu arah diberlakukan dari Tol Semarang–Solo KM 421 menuju Tol Jakarta–Cikampek KM 70.
Berlaku: Senin, 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB sampai Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
2. Sistem Contraflow
Rekayasa jalur pasang surut diterapkan di ruas Tol Jakarta–Cikampek dan Tol Jagorawi.
Arus Mudik
Tol Jakarta–Cikampek KM 47 (Karawang Barat) hingga KM 70 (Cikampek) dalam dua tahap:
17–20 Maret 2026 (mulai pukul 14.00 WIB hingga 24.00 WIB)
21 Maret 2026 pukul 12.00–20.00 WIB
22 Maret 2026 pukul 09.00–18.00 WIB
Arus Balik
Tol Jakarta–Cikampek KM 70 sampai KM 47: 23–29 Maret 2026 (mulai pukul 14.00 WIB hingga 24.00 WIB).
Tol Jagorawi KM 21 (Gunung Putri) sampai KM 8 (Cipayung):
24 Maret 2026 pukul 14.00–19.00 WIB
29 Maret 2026 pukul 14.00–19.00 WIB
3. Sistem Ganjil-Genap
Arus Mudik
Diberlakukan di:
Tol Jakarta–Cikampek KM 47 hingga Semarang–Batang KM 414
Tol Tangerang–Merak KM 31 sampai KM 98
Berlaku: 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Arus Balik
Diterapkan di:
Tol Semarang–Batang KM 414 sampai Jakarta–Cikampek KM 47
Tol Tangerang–Merak KM 98 hingga KM 31
Berlaku: 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB sampai 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Kendaraan yang Dikecualikan
Aturan ganjil-genap tidak berlaku bagi kendaraan tertentu, seperti mobil pemadam kebakaran, ambulans, angkutan umum berpelat kuning, kendaraan pengangkut penyandang disabilitas dengan tanda khusus, serta kendaraan operasional pengelola jalan tol.
Dengan diterbitkannya SKB ini, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan mudik lebih awal dan mematuhi aturan yang berlaku demi kelancaran bersama.