JAKARTA, Cobisnis.com – Popularitas pasar prediksi di Amerika Serikat melonjak tajam dalam setahun terakhir. Namun, jumlah staf Comm,odity Futures Trading Commission justru turun ke level terendah dalam 15 tahun.
Data terbaru menunjukkan tenaga kerja lembaga itu menyusut 24 persen sejak Donald Trump kembali menjabat. Akibatnya, banyak pihak meragukan kemampuan regulator dalam mengawasi insider trading dan melindungi konsumen.
Kekhawatiran meningkat setelah muncul taruhan mencurigakan terkait operasi militer dan isu selebritas. Bahkan, otoritas federal menangkap seorang tentara AS yang diduga meraup lebih dari 400 ribu dolar dari taruhan operasi penangkapan Nicolás Maduro.
Selain itu, CFTC juga menyelidiki transaksi minyak yang terjadi sebelum perubahan kebijakan Iran diumumkan. Di sisi lain, platform seperti Polymarket dan Kalshi terus mencatat lonjakan volume transaksi hingga miliaran dolar per minggu.