China Peringatkan Bahaya Produk AI AS, Alibaba Blokir Claude Code

Oleh Desti Dwi Natasya pada 10 Jul 2026, 14:28 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – China kembali memperingatkan potensi risiko keamanan dari produk kecerdasan buatan (AI) buatan Amerika Serikat di tengah memanasnya persaingan teknologi kedua negara. Peringatan tersebut langsung diikuti langkah Alibaba yang melarang penggunaan Claude Code di lingkungan kerjanya.  

Claude Code merupakan alat bantu pemrograman berbasis AI yang dikembangkan perusahaan asal Amerika Serikat, Anthropic. Produk tersebut banyak digunakan pengembang perangkat lunak untuk membantu proses penulisan dan analisis kode.  

Otoritas keamanan siber China menilai Claude Code memiliki potensi risiko karena diduga dapat membuka akses tersembunyi atau backdoor yang membahayakan keamanan data. Kekhawatiran itu mendorong pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan layanan AI asing.  

Menindaklanjuti peringatan tersebut, Alibaba mulai 10 Juli 2026 melarang seluruh karyawannya menggunakan Claude Code untuk keperluan pekerjaan. Kebijakan itu diambil sebagai langkah pencegahan guna melindungi sistem dan data perusahaan.  

Langkah Alibaba menjadi sorotan karena perusahaan tersebut merupakan salah satu raksasa teknologi terbesar di China. Kebijakan ini juga mencerminkan meningkatnya perhatian perusahaan-perusahaan China terhadap isu keamanan siber di tengah persaingan teknologi global.  

Perselisihan di sektor AI menambah panjang daftar ketegangan teknologi antara China dan Amerika Serikat. Sebelumnya, kedua negara telah saling memberlakukan berbagai pembatasan terhadap ekspor chip, perangkat telekomunikasi, hingga teknologi kecerdasan buatan.  

Sejumlah pengamat menilai kebijakan tersebut dapat mendorong perusahaan-perusahaan China untuk semakin mengandalkan solusi AI buatan dalam negeri. Di sisi lain, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat diperkirakan akan menghadapi tantangan lebih besar untuk memperluas pasar mereka di China.  

Ketegangan di sektor teknologi diperkirakan masih akan berlanjut seiring meningkatnya persaingan pengembangan AI antara kedua negara. Isu keamanan data dan kedaulatan teknologi diprediksi tetap menjadi perhatian utama dalam hubungan China dan Amerika Serikat.