JAKARTA, Cobisnis.com - Coach Justin membagikan pandangannya soal kehidupan, kegagalan, hingga cara menghadapi masalah keuangan. Menurutnya, hidup tidak memiliki rumus pasti yang harus diikuti setiap orang.
Ia menilai masyarakat sering terjebak dengan standar umum berdasarkan usia. Misalnya, seseorang dianggap harus menikah di usia tertentu, memiliki rumah, hingga mempunyai anak.
"Lu kalau 20 harus begini, 30 harus nikah, lu harus punya rumah, lu harus punya anak, bla bla. Hidup itu nggak kayak gitu, Tirta. Hidup itu full of misteri," kata Coach Justin, dikutip dari kanal Youtube Tirta PengPengPeng, Rabu (24/08/2026).
Menurutnya, seseorang harus siap menghadapi berbagai hal yang tidak menyenangkan dalam kehidupan. Ia menilai kemampuan menerima kegagalan dapat membuat seseorang menjalani hidup dengan lebih tenang.
"Lu harus siap menerima hal yang tidak enak dalam hidup lu. Kalau lu bisa menerima hal yang negatif, bahwa hal yang negatif itu terjadi dalam semua kehidupan, hidup lu akan lebih damai, akan lebih happy," ujarnya.
Coach Justin kemudian menceritakan pengalaman ketika bisnisnya gagal dan membuat dirinya memiliki utang hingga Rp4 miliar pada 2016. Ia mengatakan utang tersebut akhirnya berhasil dilunasi setelah beberapa tahun.
"2016 utang gue 4 M, Tirta. Dari bisnis yang gagal, bla bla. Setelah 6, 7 tahun, gue lunasin semua," katanya.
Dalam menghadapi utang tersebut, Coach Justin mengaku tidak menghindari para penagih utang atau debt collector. Ia justru berkomunikasi dengan mereka dan membicarakan waktu pembayaran yang sanggup dipenuhinya.
"Lu kabur? Nggak ada gunanya juga kan. Yang lu harus lakukan, lu harus lihat tujuan debt collector ini biar lu bayar," ujar Coach Justin.
Ia mengatakan komunikasi membuat proses pembayaran utang menjadi lebih teratur. Setelah menentukan waktu pembayaran, ia mengaku memenuhi kewajibannya ketika jatuh tempo hingga seluruh utang tersebut lunas.
Coach Justin juga menekankan pentingnya menjalani hidup berdasarkan kemampuan finansial. Ia mencontohkan bagaimana dirinya kini lebih berhati hati dalam menggunakan uang dan mempertimbangkan nilai dari setiap pengeluaran.
"Hidup itu sesuai dengan kemampuan, bukan kemauan," tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pengalaman yang dibagikannya bukan berarti harus diikuti oleh orang lain. Menurutnya, setiap orang tetap memiliki kebebasan untuk mengambil keputusan berdasarkan kondisi dan tujuan hidup masing masing.
"Muda, gue tidak menyuruh mereka ngikutin gue. Gue hanya kasih pengalaman, cerita pengalaman gue. Lu yang ambil keputusan sendiri. Bukan gue. Karena itu hidup lu," kata Coach Justin.