JAKARTA, Cobisnis.com - Harga emas dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Optimisme pasar terhadap potensi damai AS-Iran jadi pendorong utama kenaikan ini.
Mengutip Bloomberg, harga emas di pasar spot tembus di atas 4.700 dollar AS per ons setelah melonjak 3 persen pada Rabu. Pada sesi Kamis siang di Singapura, harga tercatat naik 0,2 persen ke posisi 4.701,96 dollar AS per ons.
Penguatan emas terjadi bersamaan dengan melemahnya dollar AS yang kembali ke level sebelum konflik pecah. Dollar lemah secara historis menguntungkan emas karena logam mulia ini dihargakan dalam mata uang AS.
Harapan damai AS-Iran juga ikut tekan harga minyak dunia. Penurunan harga energi ini meredam kekhawatiran inflasi yang sebelumnya jadi bayang-bayang besar bagi pasar global.
Iran dikabarkan tengah evaluasi proposal terbaru dari AS untuk akhiri perang yang sudah berlangsung hampir 10 pekan. China turut tambah tekanan diplomatik agar kedua negara segera hentikan konflik.
Trump beberapa kali nyatakan kesepakatan damai sudah dekat. Ia menyebut AS siap hentikan operasi militer dan buka blokade Selat Hormuz jika Iran setujui poin-poin yang sudah dibahas.
Analis TD Securities Ryan McKay menyebut kabar potensi damai jadi pendorong penguatan logam mulia dan logam dasar. Namun ia mengingatkan situasi masih rentan berubah karena tuntutan kedua pihak belum banyak bergeser.
Sejak konflik pecah akhir Februari, harga emas sempat turun sekitar 11 persen. Penutupan Selat Hormuz saat itu picu lonjakan harga energi dan kekhawatiran inflasi yang bikin pasar was-was soal suku bunga.
Harga perak naik 0,6 persen ke level 77,83 dollar AS per ons pada perdagangan Kamis. Sehari sebelumnya perak sudah lebih dulu melonjak 6,2 persen, sementara palladium juga ikut menguat.
Meski pasar respons positif, pejabat Fed masih ingatkan risiko inflasi yang belum sepenuhnya reda. Goolsbee dan Musalem sama-sama sebut inflasi masih di atas target 2 persen.