Fabregas Tegaskan Como Tak Takut Hadapi Manchester United

Oleh Desti Dwi Natasya pada 21 Oct 2026, 15:05 WIB

Cesc Fabregas menegaskan Como tak menganggap Manchester United sedang krisis dan tetap membidik kemenangan dalam laga Liga Champions 2026/2027.

JAKARTA, Cobisnis.com - Pelatih Como, Cesc Fabregas, menegaskan timnya tidak menganggap Manchester United sedang mengalami krisis menjelang pertemuan kedua klub dalam lanjutan Liga Champions 2026/2027.

Meski Como menghadapi sejumlah masalah kebugaran pemain, Fabregas memastikan timnya tetap berambisi meraih kemenangan dalam pertandingan yang akan berlangsung di Stadio Sinigaglia, Rabu (21/10/2026) waktu setempat atau Kamis (22/10/2026) dini hari WIB.

Como sebelumnya meraih kemenangan 4-1 atas RB Leipzig di kandang, tetapi kemudian kalah 2-3 saat bertandang ke markas Feyenoord meski sempat unggul.

Fabregas menyebut duel melawan Manchester United, klub yang pernah meraih treble, sebagai momen bersejarah bagi Como, terutama karena klub tersebut masih berlaga di Serie B Italia tiga tahun lalu.

“Ini adalah hari bersejarah lainnya bagi klub, para penggemar, dan kota ini,” kata Fabregas, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (21/10/2026).

Ia meminta para pemainnya tampil dengan fokus dan ambisi, sekaligus tetap menghormati lawan yang akan mereka hadapi.

“Kita harus bermain dengan fokus dan ambisi. Ini Manchester United yang kita hadapi, jadi mari kita nikmati, mainkan permainan kita, dan coba untuk menang. Ini adalah kelompok pemain yang luar biasa, jadi kita harus rendah hati dan menyadari bahwa masih banyak yang harus dipelajari. Kita lihat saja bagaimana hasilnya, tetapi hormati lawan kita," imbuh dia.

Fabregas mengatakan Como telah mempelajari kelemahan Manchester United, tetapi timnya tetap akan mengandalkan karakter permainan sendiri.

Menurut dia, sistem dan prinsip permainan memang penting, tetapi kualitas individu pemain juga menjadi faktor penentu dalam sepak bola.

Ketika ditanya mengenai anggapan Manchester United sedang mengalami krisis, Fabregas menolak pandangan tersebut dan menilai istilah itu kerap muncul dari pemberitaan media.

“Saya tidak percaya pada krisis dalam sepak bola, Anda punya pertandingan setiap tiga hari, 11 lawan 11, dan Anda harus memberikan yang terbaik,” jawab Fabregas.

“Krisis itu diciptakan oleh kalian para jurnalis, tetapi kami adalah para profesional, kami ingin bersaing sejak lahir. Saya tidak percaya pada krisis apa pun," timpalnya.

Di sisi lain, Como harus menghadapi persoalan kebugaran sejumlah pemain akibat jadwal pertandingan yang padat.

Jesus Rodriguez dipastikan absen cukup lama karena cedera serius, sedangkan Trevoh Chalobah diperkirakan menepi setidaknya selama dua pekan.

Moise Kean juga masih diragukan tampil setelah mengalami masalah kebugaran, sementara Assane Diao mengalami cedera otot paha pada pertandingan sebelumnya.

“Sayangnya, Jesus Rodriguez akan absen cukup lama, sepertinya ini bukan masalah ringan, jadi cukup serius. Trevoh Chalobah akan absen setidaknya selama dua minggu, kita lihat apakah Kean bisa bermain pada hari Sabtu," ucap Fabregas.

Untuk lini depan, Fabregas memastikan Tasos Douvikas akan menjadi starter, menggantikan peran Nico Paz yang sebelumnya dimainkan sebagai false nine.

Namun, ia belum mengungkapkan siapa yang akan mengisi posisi penjaga gawang, apakah Robert Sanchez atau Jean Butez.

Fabregas, yang pernah memperkuat Arsenal, juga mendapat pertanyaan mengenai apakah dirinya ingin menjadi sosok seperti Arsene Wenger dalam perkembangan Nico Paz.

Ia menegaskan tanggung jawab seorang pelatih tidak hanya mengembangkan kemampuan pemain di lapangan, tetapi juga membantu membentuk karakter mereka.

“Hanya ada satu Wenger. Saya merasa bertanggung jawab, ya, seperti orang tua yang menyerahkan anak mereka kepada Anda di usia muda, tetapi kami ingin membantu membentuk para juara. Saya ingin mengenal keluarga para pemain, untuk memahami siapa yang datang ke sini," tukas dia.