JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) akan membahas masa depan penggunaan sejumlah peptida yang belum mendapat persetujuan resmi. Pembahasan itu dilakukan melalui pertemuan Komite Penasihat Peracikan Farmasi atau Pharmacy Compounding Advisory Committee (PCAC).
Peptida berbentuk suntikan semakin populer di Amerika Serikat. Banyak influencer kebugaran dan sebagian dokter mengklaim produk tersebut membantu pemulihan otot, mengurangi peradangan, mendukung umur panjang, hingga meningkatkan kesehatan secara umum.
Namun, sebagian besar peptida tersebut belum memperoleh persetujuan FDA. Karena itu, regulator masih mengevaluasi keamanan dan dasar ilmiah penggunaannya.
Komite PCAC dijadwalkan menggelar pertemuan selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat. Selain itu, komite akan meninjau sejumlah peptida yang menuai perdebatan di kalangan medis.
Dalam pertemuan tersebut, anggota komite juga akan membahas apakah apotek peracikan atau compounding pharmacy boleh terus menyediakan produk peptida tertentu. Hasil pembahasan itu dapat memengaruhi akses masyarakat terhadap terapi tersebut.
Di sisi lain, agenda ini menjadi salah satu gambaran awal mengenai arah kebijakan regulator obat pada pemerintahan kedua Presiden Donald Trump. Pemerintah diperkirakan akan menentukan pendekatan terhadap meningkatnya penggunaan peptida yang belum mendapatkan persetujuan resmi.
Meski begitu, pertemuan komite belum menghasilkan keputusan final. FDA masih akan mempertimbangkan berbagai masukan sebelum menetapkan kebijakan terkait penggunaan dan distribusi peptida di Amerika Serikat.