Ferry Irwandi Ungkap Kesalahan Umum Masyarakat dalam Memahami Investasi

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 29 Aug 2026, 17:47 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Ferry Irwandi menyoroti pemahaman masyarakat mengenai investasi yang menurutnya masih banyak keliru. Ia menilai investasi kerap dipandang sebagai cara untuk memperkaya diri di masa depan, padahal tujuan utamanya bukan mengejar kekayaan secara cepat.

"Inti dari investasi itu, Teman-teman, sebenarnya bukanlah kegiatan atau alat lu untuk mencapai kekayaan di masa depan, tapi semua kegiatan yang lu lakukan untuk mengurangi resiko lu untuk jatuh dalam kemiskinan," kata Ferry Irwandi, dikutip dari kanal Youtube Ferry Irwandi, Sabtu (29/8/2026).

Ferry menjelaskan, investasi pada dasarnya dilakukan untuk mengurangi risiko penurunan nilai kekayaan, termasuk akibat inflasi. Ia memberikan contoh uang Rp20.000 yang saat ini dapat digunakan untuk membeli semangkuk bakso, tetapi belum tentu memiliki daya beli yang sama 10 tahun mendatang.

Menurut Ferry, kesalahan memahami tujuan investasi dapat membuat seseorang justru melakukan aktivitas yang lebih menyerupai perjudian. "Tapi ketika lu pengin uang Rp20.000 Ibu lu ini dalam 3 hari bisa membeli dua mangkok bakso. Lu tidak sedang melakukan investasi, lu sedang melakukan judi," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak semua orang wajib langsung melakukan investasi. Menurut Ferry, investasi sebaiknya dilakukan ketika kebutuhan dasar sudah terpenuhi dan kondisi keuangan memungkinkan seseorang menghadapi risiko.

"Lu bisa melakukan investasi ketika kebutuhan lu sudah terpenuhi, ketika lu sudah tahu kausalitas yang gua alami, dan ketika lu melakukannya dengan hati yang gembira, maka barulah lu bisa melakukan kegiatan investasi," kata Ferry.

Ferry menilai investasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh instrumen yang dipilih. Kondisi internal seseorang, mulai dari pendapatan, kemampuan mengelola risiko, hingga kebutuhan dan tanggung jawab, turut menentukan apakah investasi tersebut dapat dilakukan secara sehat.

Ia juga membedakan investasi dengan upaya mendapatkan kekayaan secara cepat. Menurut Ferry, orang yang ingin meningkatkan kekayaan dalam waktu lebih singkat seharusnya berfokus meningkatkan pendapatan melalui pekerjaan, bisnis, atau kemampuan yang dimiliki.

"Kalau lu pengin kaya dalam waktu yang cepat, lu enggak berinvestasi, Kawan-kawan. Lu kerja, lu gedein income lu," ujarnya.

Menurut Ferry, modal seseorang juga tidak hanya berbentuk uang. Kemampuan, keterampilan, usia, jaringan, serta kesempatan untuk belajar dan gagal merupakan bagian dari modal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan penghasilan.

Ia kemudian mengingatkan risiko menjadikan trading sebagai jalan utama untuk memperoleh penghasilan. Ferry menilai aktivitas tersebut memiliki risiko tinggi dan tidak seharusnya menggantikan pekerjaan produktif utama, terutama bagi mereka yang masih berada dalam usia produktif.