JAKARTA, Cobisnis.com - Harga gandum dunia mulai pulih pada perdagangan Kamis (29/10/2026) setelah menyentuh level terendah dalam hampir empat bulan. Aksi beli setelah pelemahan sehari sebelumnya mendorong kenaikan, tetapi prospek bertambahnya pasokan dari kawasan Laut Hitam membatasi penguatan.
Kontrak gandum paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,1% menjadi US$5,99½ per bushel pada pukul 03.29 GMT. Sehari sebelumnya, harga komoditas tersebut sempat menyentuh level terendah sejak awal Juli 2026.
Pemulihan harga terjadi setelah Rusia kembali mengizinkan kapal pengangkut biji-bijian untuk ekspor meninggalkan Laut Azov. Izin tersebut menjadi yang pertama sejak 10 Juli, ketika otoritas Rusia menutup lalu lintas maritim di kawasan itu setelah serangan pesawat nirawak Ukraina.
Izin melintasi Selat Kerch, yang menghubungkan Laut Azov dengan Laut Hitam, berlaku hingga 15 November. Dua sumber menyebut kapal-kapal pengangkut tersebut akan dikawal konvoi Angkatan Laut Rusia saat melintasi Laut Hitam.
Dibukanya kembali jalur pelayaran tersebut meningkatkan prospek pasokan gandum dari kawasan Laut Hitam. Kondisi ini membatasi ruang kenaikan harga meskipun investor mulai membeli setelah harga melemah.
Seorang pedagang berbasis di Australia menilai pasar gandum telah kehilangan sebagian besar kenaikan sebelumnya akibat persoalan pasokan dari Laut Hitam. Pergerakan harga saat ini dinilai lebih mencerminkan upaya pasar untuk stabil setelah tekanan jual.
Sementara itu, harga kedelai bergerak melemah di tengah melimpahnya pasokan dari panen Amerika Serikat. Kontrak kedelai turun 0,5% menjadi US$12,31¾ per bushel.
Berbeda dengan kedelai, harga jagung naik tipis 0,2% menjadi US$4,52¾ per bushel. Meski demikian, melimpahnya hasil panen Amerika Serikat masih membatasi pergerakan harga kedua komoditas tersebut.
Pergerakan gandum, kedelai, dan jagung menunjukkan bahwa prospek pasokan tetap menjadi faktor penting dalam perdagangan komoditas pertanian. Khusus gandum, pembukaan kembali jalur pelayaran di Laut Hitam menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan harga.
Ke depan, pergerakan harga gandum akan tetap dipengaruhi keseimbangan antara aktivitas pembelian setelah pelemahan dan prospek ketersediaan pasokan. Informasi yang tersedia belum menunjukkan besaran tambahan pasokan yang akan keluar melalui jalur Laut Azov tersebut.