JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi sorotan setelah muncul dugaan penerimaan dana tambahan sebesar 1,6 juta euro atau setara Rp32 miliar di luar gaji dan bonus resminya. Dana tersebut disebut berasal dari entitas yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Laporan investigasi yang dikutip dalam pemberitaan tersebut menyebut Infantino memiliki dua sumber pendapatan, yakni pendapatan resmi dari FIFA dan dana tambahan yang diduga tidak tercatat dalam pembukuan organisasi. Dugaan ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi pembayaran kepada orang nomor satu sepak bola dunia tersebut.
Dalam laporan tahunan FIFA 2024, Infantino tercatat memperoleh 4,274 juta franc Swiss atau setara Rp91 miliar. Namun, angka tersebut disebut berbeda dengan catatan laporan pajak di Amerika Serikat.
Dinas Pendapatan Internal Amerika Serikat mencatat entitas bernama FWC2026 US Inc memberikan dana tambahan sebesar 1,6 juta euro kepada Infantino. Dana senilai sekitar Rp32 miliar itu disebut tidak tercatat dalam pembukuan FIFA.
Dari total dana tambahan tersebut, sekitar 500 ribu euro diklasifikasikan sebagai kompensasi lain yang wajib dilaporkan. Dana itu disebut digunakan untuk membayar biaya sewa rumah mewah di kawasan Sunset Island, Miami Beach.
Laporan tersebut juga menyebut Infantino menerima transfer dengan jumlah serupa pada 2025 dan 2026. Selain itu, terdapat dugaan penerimaan dana yang lebih besar dari sumber lain yang identitasnya tidak diungkapkan.
Persoalan ini berkaitan dengan transparansi pembayaran kepada Presiden FIFA, terutama karena dana yang dipersoalkan disebut berasal dari entitas penyelenggara Piala Dunia 2026. Namun, informasi tersebut masih berupa laporan dugaan dan belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan hukum mengenai adanya pelanggaran.
FIFA telah dimintai konfirmasi mengenai persoalan tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, tidak ada pemangku kepentingan FIFA yang bersedia menjelaskan mengapa transfer tersebut tidak tercatat secara resmi dalam pembukuan organisasi.
Sorotan terhadap dugaan pembayaran ini muncul menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Transparansi pendapatan dan tata kelola keuangan menjadi perhatian karena FIFA merupakan organisasi yang mengelola kompetisi sepak bola internasional berskala besar.
Hingga informasi dalam laporan tersebut disampaikan, belum ada penjelasan resmi dari pihak FIFA mengenai alasan perbedaan catatan pembayaran tersebut. Karena itu, dugaan penerimaan dana tambahan oleh Gianni Infantino masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.