Harga BBM Naik Serentak Awal Maret, Imbas dari Perang Israel–AS dan Iran

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 03 Mar 2026, 13:20 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Konflik Israel dan Amerika Serikat melawan Iran mulai berdampak langsung ke dalam negeri. Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh jaringan SPBU resmi mengalami kenaikan sejak 1 Maret 2026.

Penyesuaian harga dilakukan oleh sejumlah operator besar, mulai dari PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, hingga Vivo Energy Indonesia. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran lonjakan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi konflik.

Di wilayah Jakarta, harga Pertamax naik dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter. Kenaikan Rp500 per liter ini mencerminkan tekanan harga energi global yang mulai dirasakan konsumen.

Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.450 menjadi Rp12.900 per liter.

Untuk jenis solar nonsubsidi, Dexlite naik cukup signifikan dari Rp13.250 menjadi Rp14.200 per liter. Pertamina Dex juga terkerek dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter.

SPBU BP di wilayah Jabodetabek turut melakukan penyesuaian harga. BP 92 naik dari Rp12.050 menjadi Rp12.390 per liter, sedangkan BP Ultimate dari Rp12.500 menjadi Rp12.920 per liter.

Shell juga menyesuaikan harga produknya. Shell Super kini dijual Rp12.390 dari sebelumnya Rp12.050 per liter, sementara Shell V-Power Diesel melonjak dari Rp13.600 menjadi Rp14.620 per liter.

Ketersediaan produk Shell di sejumlah daerah dilaporkan masih terbatas. Per 28 Februari 2026, Shell Super hanya tersedia di beberapa SPBU Jawa Timur, sementara Shell V-Power dan V-Power Nitro+ masih kosong di banyak lokasi.

SPBU VIVO juga menaikkan harga Revvo 92 dari Rp12.050 menjadi Rp12.390 per liter. Revvo 95 kini dibanderol Rp12.930 dari sebelumnya Rp12.500, sedangkan Diesel Primus naik menjadi Rp14.610 per liter dari Rp13.600.

Kenaikan harga BBM ini berpotensi berdampak pada biaya transportasi dan logistik. Dalam jangka pendek, tekanan terhadap harga barang dan jasa bisa meningkat, terutama jika harga minyak mentah global terus berfluktuasi.

Situasi ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik dapat menjalar cepat ke sektor energi domestik. Stabilitas harga energi menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli dan laju inflasi nasional.

Shell:Shell Super: Rp12.390/literShell V-Power Diesel: Rp14.620/liter

VIVO:Revvo 92: Rp12.390/literRevvo 95: Rp12.930/literDiesel Primus: Rp14.610/liter

BP:BP 92: Rp12.390/literBP Ultimate: Rp12.920/literBP Ultimate Diesel: Rp14.620/liter

Pertamina:Pertamax: Rp12.300/literPertamax Turbo: Rp13.100/literPertamax Green 95: Rp12.900/literDexlite: Rp14.200/literPertamina Dex: Rp14.500/liter