Harga Emas Tembus Rp3,1 Juta per Gram, BSI Pastikan Ketersediaan Stok Terjaga

Oleh Dwi Natasya pada 04 Mar 2026, 10:48 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam setahun terakhir. Per 4 Maret 2026, harga emas tercatat berada di kisaran Rp3,1 juta per gram atau melonjak lebih dari 50% dibanding periode sebelumnya. Kenaikan ini mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen safe haven seperti emas.

Seiring tren tersebut, Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat lonjakan minat nasabah terhadap layanan emas. Selain dinilai sebagai instrumen investasi yang aman, emas juga sesuai dengan prinsip syariah dan mudah diakses masyarakat.

Sebagai Bank Emas pertama di Indonesia, BSI mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis bullion bank. Dari Januari hingga Februari 2026 (year to date), jumlah nasabah bullion bank meningkat 44%. Sementara itu, penjualan emas sepanjang 2026 telah mencapai 58% dari total penjualan sepanjang 2025.

Peningkatan permintaan ini turut dipengaruhi kondisi global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang memberikan efek terhadap lonjakan harga dan permintaan emas. Untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan, BSI memastikan pengelolaan persediaan dilakukan secara optimal melalui sistem inventory management yang terjaga.

Dalam memenuhi kebutuhan nasabah, BSI telah bekerja sama dengan sejumlah supplier dan membuka peluang penambahan mitra baru, dengan tetap mengedepankan prinsip manajemen risiko yang prudent.

Kemudahan akses juga menjadi pendorong utama pertumbuhan transaksi emas. Melalui superapps BYOND, nasabah dapat membeli emas secara realtime mulai dari nominal Rp50.000. Selain itu, nasabah dapat melakukan transfer saldo emas dalam bentuk gramasi ke sesama rekening BSI Emas, hingga mengajukan pencetakan fisik emas yang dapat diambil di kantor cabang pilihan.

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna menyampaikan bahwa permintaan emas diproyeksikan terus meningkat ke depan. BSI, kata dia, akan memastikan kesiapan stok dari sisi supplier serta pengelolaan persediaan yang memadai. Selain itu, BSI juga terus mengedukasi nasabah agar investasi emas dilakukan secara bertahap dan berorientasi jangka panjang.