Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Pemerintah Siapkan Opsi Kenaikan BBM

Oleh Hidayat Taufik pada 07 Mar 2026, 03:48 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah membuka peluang melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) apabila lonjakan harga minyak dunia mulai memberikan tekanan besar terhadap keuangan negara.

Menurut Purbaya, hasil simulasi pemerintah menunjukkan bahwa apabila harga minyak dunia rata-rata mencapai US$92 per barel, maka defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berpotensi melebar hingga sekitar 3,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding asumsi harga minyak yang digunakan dalam APBN, yakni sekitar US$60 per barel.

Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga agar defisit anggaran tidak meningkat terlalu besar apabila harga minyak global terus mengalami kenaikan.

Meski demikian, Purbaya menilai Indonesia memiliki pengalaman dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Ia mengingatkan bahwa saat harga minyak global sempat menyentuh US$150 per barel, perekonomian nasional masih mampu bertahan walaupun pertumbuhan sempat melambat.

Namun, jika kenaikan harga minyak di masa mendatang semakin membebani APBN dan opsi kebijakan lain tidak lagi memadai, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk menaikkan harga BBM sebagai langkah terakhir.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut hanya akan dipertimbangkan apabila kemampuan anggaran negara tidak lagi cukup kuat menanggung beban subsidi energi yang semakin besar. Dalam kondisi tersebut, sebagian beban biaya kemungkinan perlu dibagi bersama masyarakat melalui penyesuaian harga BBM.