Hobi Makan Gorengan? Dokter Ungkap Risiko bagi Kulit Wajah

Oleh Hidayat Taufik pada 30 Oct 2026, 12:25 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Gorengan kerap menjadi camilan pilihan karena mudah ditemukan dan memiliki cita rasa gurih dengan tekstur renyah. Meski demikian, terlalu sering mengonsumsi makanan yang digoreng dapat berkaitan dengan berbagai gangguan kulit, termasuk jerawat, peradangan, hingga tanda-tanda penuaan.

Paula Malhotra, dokter kulit dari SKN Institute di Elmhurst, Illinois, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa kesehatan kulit tidak terlepas dari kondisi tubuh secara keseluruhan. Asupan makanan sehari-hari menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi organ tersebut.

“Kulit kita adalah organ, sehingga merespons apa yang terjadi di seluruh tubuh,” jelas Malhotra, dikutip dari Everyday Health.

1. Memicu Masalah Jerawat

Makanan yang digoreng pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi memicu stres oksidatif dan peradangan. Proses tersebut dapat memengaruhi kesehatan sel dan berkontribusi terhadap timbulnya masalah kulit, salah satunya jerawat.

Penelitian terhadap hampir 2.500 remaja dan orang dewasa menunjukkan bahwa konsumsi makanan berminyak dan gorengan lebih dari tiga kali seminggu berkaitan dengan jerawat yang lebih parah dibandingkan pola makan yang kaya sayuran.

2. Mempercepat Munculnya Tanda Penuaan

Proses memasak menggunakan suhu tinggi, termasuk menggoreng, dapat menghasilkan advanced glycation end products (AGEs) melalui reaksi Maillard. Senyawa ini terbentuk ketika gula bereaksi dengan protein atau lemak.

AGEs dapat memengaruhi kolagen dan elastin, dua protein yang berperan menjaga kekuatan serta kelenturan kulit. Akumulasi senyawa tersebut dalam jangka panjang dikaitkan dengan munculnya kerutan, kulit kendur, wajah tampak kusam, hingga perubahan pigmentasi.

3. Memperburuk Gejala Eksim dan Rosacea

Konsumsi makanan olahan, gorengan, gula, karbohidrat rafinasi, serta lemak trans secara berlebihan dapat berkaitan dengan peningkatan peradangan dalam tubuh. Kondisi ini berpotensi memengaruhi gangguan kulit kronis, termasuk eksim dan rosacea.

“Pola makan yang memicu peradangan dapat menciptakan kondisi peradangan secara keseluruhan di dalam tubuh, yang kemudian dapat berdampak pada kulit,” papar Malhotra.

Dampaknya bisa berupa kulit kemerahan, sensasi terbakar, atau rasa perih pada individu yang rentan. Namun, Malhotra mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kondisi kulit dan pemicu yang berbeda.

4. Meningkatkan Risiko Kulit Berminyak dan Jerawat

Kentang goreng dan donat merupakan contoh makanan yang mengandung karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi. Jenis makanan ini dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin dalam waktu relatif singkat.

Kenaikan insulin dapat merangsang hormon IGF-1 yang berperan dalam pertumbuhan sel. Proses tersebut juga berpotensi meningkatkan aktivitas kelenjar sebasea, yakni kelenjar penghasil minyak alami kulit, yang dapat memperburuk jerawat pada sebagian orang.

Meski demikian, konsumsi makanan berminyak tidak berarti minyak dari makanan tersebut langsung berpindah ke kulit wajah.

“Mengonsumsi makanan berminyak bukan berarti minyak yang dimakan langsung berpindah ke wajah dan membuat kulit menjadi berminyak,” tegasnya.

Menjaga Kulit Tetap Sehat

Malhotra menekankan bahwa menjaga kesehatan kulit tidak berarti seseorang harus menghindari gorengan sepenuhnya. Perhatian utama sebaiknya diberikan pada kebiasaan makan secara keseluruhan, termasuk seberapa sering dan banyak makanan tersebut dikonsumsi.

“Bukan sekali makan atau satu jenis makanan bisa langsung merusak kulit anda. Kesehatan kulit lebih banyak dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan dalam jangka panjang,” terangnya.

Untuk mendukung kesehatan kulit, masyarakat disarankan menerapkan pola makan seimbang dengan mencukupi kebutuhan sayuran, buah, dan makanan kaya serat. Penggunaan tabir surya secara rutin juga dapat membantu melindungi kulit dari dampak paparan sinar matahari dan mendukung pencegahan penuaan dini.