Ikan Lele Ternyata Bisa Menyerap Racun, Begini Cara Aman Mengonsumsinya

Oleh Desti Dwi Natasya pada 23 Jul 2026, 14:43 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Ikan lele menjadi salah satu sumber protein yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena harganya terjangkau dan mudah ditemukan. Meski kaya nutrisi, penelitian menunjukkan lele dapat menyerap berbagai zat pencemar dari lingkungan tempat hidupnya. 

Temuan tersebut bukan berarti ikan lele berbahaya untuk dikonsumsi setiap hari. Risiko kesehatan lebih dipengaruhi oleh kualitas air tempat ikan dibudidayakan karena polutan dapat terakumulasi di dalam jaringan tubuh ikan. 

Berdasarkan informasi dari Seafood Watch, ikan lele memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah, sekitar satu gram per porsi. Selain itu, lele juga mengandung asam lemak omega-3 DHA dan EPA hingga 300 miligram per porsi yang baik untuk kesehatan jantung dan fungsi otak. 

Namun, riset yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research menemukan bahwa lele mampu mengakumulasi polutan seperti PCB, pestisida, serta logam berat berupa merkuri, timbal, dan kadmium. Zat tersebut dapat masuk melalui air, sedimen, pakan yang terkontaminasi, maupun limbah industri. 

Lele yang hidup di sungai atau perairan tercemar memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan lele hasil budidaya di kolam yang bersih. Sebuah studi di Sungai Paraopeba, Brasil, juga menemukan akumulasi logam berat seperti merkuri, kadmium, kromium, timbal, dan seng pada jaringan ikan lele. 

Penelitian tersebut menunjukkan kandungan logam berat umumnya lebih tinggi pada organ dalam dibandingkan daging ikan. Karena itu, paparan dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila lele berasal dari lingkungan yang tercemar. 

Meski demikian, masyarakat tidak perlu menghindari konsumsi ikan lele karena manfaat gizinya tetap besar. Para ahli menyarankan memilih lele yang dibudidayakan di kolam bersih dan dikelola dengan baik agar risiko paparan polutan dapat diminimalkan. 

Dengan memilih sumber ikan yang aman, lele tetap menjadi pilihan lauk bergizi untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Kualitas lingkungan budidaya menjadi faktor utama yang menentukan keamanan konsumsi ikan tersebut, bukan jenis ikannya itu sendiri.