JAKARTA, Cobisnis.com – IMAC Film Festival 2026 resmi menutup rangkaian kegiatannya setelah berlangsung selama tiga hari. Penutupan ditandai dengan Awarding Day di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Festival film pendek ini merupakan kolaborasi Komunitas Suka Sinema dan ILUNI UI FIB. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kebudayaan.
Pada tahun ini, IMAC mengusung tema Resilience. Tema tersebut mengajak masyarakat untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang di tengah tantangan global.
Berbagai film yang ditampilkan mengangkat cerita tentang perjuangan, harapan, dan semangat bangkit. Sejumlah karya juga menyoroti isu keberlanjutan dan gaya hidup ramah lingkungan.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan IMAC. Ia menilai festival ini menjadi ruang penting bagi talenta muda.
Ketua ILUNI UI FIB, Visna Vulovik, menyebut IMAC tahun ini menjadi tonggak penting. Hal tersebut ditandai dengan kehadiran juri internasional dari Malaysia dan Filipina.
Ketua Pelaksana IMAC 2026, Sri Bandoro, mengatakan tema resiliensi dipilih sebagai refleksi kondisi global. Menurutnya, festival ini juga menjadi langkah menuju ajang bertaraf internasional.
IMAC 2026 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan. Di antaranya pemutaran film, masterclass, serta talkshow bersama pelaku industri kreatif.
Festival ini diikuti oleh 212 film pendek dari 18 negara. Dari jumlah tersebut, terpilih delapan pemenang dari berbagai kategori.
Berikut daftar pemenang IMAC Film Festival 2026, yakni Ngamplop untuk kategori Film Camp, We Don’t Know The Title Yet kategori Student, Birth Date kategori Documentary, Talking to Family sebagai Special Jury Mention Documentary, Nativity Scene kategori International, The Night is Long and Its Yours Alone sebagai pemenang International dan Nation, serta Apocalypse Mart sebagai Nation Special Jury Mention.