Iran Bersiap Balas Dendam Usai Kematian Khamenei : IRGC Siapkan Operasi Militer Terbesar Sepanjang Sejarah

Oleh Hidayat Taufik pada 01 Mar 2026, 15:18 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Korps Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps) mengumumkan rencana pelaksanaan operasi militer ofensif terbesar sepanjang sejarah Republik Islam Iran. Pernyataan tersebut disampaikan melalui media pemerintah Iran, Fars News, yang menyebut operasi tersebut akan dimulai dalam waktu dekat.

IRGC menyatakan sasaran serangan meliputi wilayah yang mereka kategorikan sebagai daerah pendudukan, serta pangkalan militer Amerika Serikat yang dianggap sebagai pusat aktivitas terorisme.

Pernyataan ini disampaikan di tengah suasana duka nasional menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2).

Dalam keterangan resminya, IRGC menyebut kepergian Khamenei sebagai kehilangan besar bagi bangsa Iran. Mereka menegaskan bahwa wafatnya sang pemimpin justru memperkuat simbol perjuangan dan legitimasi Republik Islam Iran, sekaligus menjadi dasar moral untuk melakukan aksi balasan terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Amerika Serikat dan Israel secara terbuka dituding sebagai pihak di balik serangan tersebut dan dinyatakan tidak akan luput dari respons pembalasan Iran. IRGC menegaskan bahwa langkah balasan itu diposisikan sebagai bentuk penegakan keadilan atas apa yang mereka sebut sebagai kejahatan kemanusiaan.

Korps Garda Revolusi Iran dibentuk oleh Ruhollah Khomeini pada 1979 pasca Revolusi Islam, dengan mandat utama menjaga ideologi dan sistem Republik Islam Iran. Peran ini berbeda dengan angkatan bersenjata reguler yang bertugas menjaga kedaulatan dan pertahanan teritorial negara.

Pemerintah Iran telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari, serta tujuh hari libur nasional, sebagai bentuk penghormatan terhadap Khamenei.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengumumkan secara terbuka kematian Khamenei. Trump bahkan menyerukan kepada masyarakat Iran untuk merebut kembali kendali negara mereka, sebagaimana dikutip media internasional Reuters.