Iran Perintahkan Siapkan Pasukan Darat Tingkatkan Kesiapan Tempur di Tengah Ketegangan dengan AS

Oleh Chodijah Febriani pada 24 Oct 2026, 12:14 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat, Komandan Pasukan Darat Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Jahanshahi memerintahkan seluruh komandan satuan untuk mempertahankan tingkat kesiapan tempur tertinggi.

Seraya memperingatkan bahwa kelalaian dalam situasi perang dapat menimbulkan konsekuensi serius. Komandan Pasukan Darat Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Jahanshahi mengeluarkan perintah tersebut.

"Dalam kondisi perang, setiap kelalaian atau kecerobohan dapat menimbulkan kerugian besar," kata Jahanshahi dikutip dari Anadolu, Jumat (23/10/2026).

Dia menegaskan, dalam hal mempertahankan kesiapan operasional yang efektif membutuhkan pelatihan berkelanjutan, penilaian kemampuan militer secara akurat, koordinasi antarsatuan, serta identifikasi dan perbaikan kekurangan secara cepat.

Jahanshahi juga menginstruksikan para komandan di seluruh tingkatan untuk memperkuat kemampuan tempur melalui perencanaan yang matang, pengawasan berkelanjutan, dan tindak lanjut yang efektif.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan AS setelah berbulan-bulan permusuhan serta berlanjutnya perselisihan terkait keamanan dan navigasi maritim di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak bernegosiasi dengan Iran. Terlebih lagi, dia menegaskan bahwa 'sesuatu entah bagaimana pun caranya akan terjadi dalam waktu dekat'.

"Tidak, saya rasa kita tidak sedang bernegosiasi."

"Kita akan mencapai kesepakatan, entah bagaimana caranya, dan itu akan terjadi dalam waktu dekat," ungkap Trump kepada wartawan setelah kembali dari rapat umum di Carolina Selatan dilansir dari anadolu, Kamis (22/10/2026).

Dalam pidatonya di rapat umum tersebut, Trump mengatakan AS dapat mengakhiri perang dengan Iran sekarang, tetapi ingin memastikan bahwa hasilnya bersifat permanen.

"Ini akan segera berakhir. Kami bisa berangkat sekarang, tapi kami ingin memastikan ini berlangsung dalam waktu yang lama," terangnya.