JAKARTA, Cobisnis.com – Aktor Korea Selatan Ji Chang Wook membahas perannya sebagai Cho Won, playboy terbesar di era Joseon, dalam serial terbaru Netflix berjudul The Scandal.
Serial yang diadaptasi dari film Untold Scandal (2003) tersebut mempertemukan Ji Chang Wook dengan Son Ye Jin dan Nana dalam kisah permainan cinta yang penuh intrik serta taruhan berbahaya.
Dalam wawancara bersama ELLE Korea untuk edisi Oktober 2026, Ji Chang Wook mengungkapkan bahwa dirinya tidak sengaja membuat sisi playboy Cho Won terlihat berlebihan, melainkan berusaha menampilkannya secara alami melalui sikap dan tindakan karakter tersebut.
“Saya berusaha untuk tidak sengaja melebih-lebihkan atau menambahkan sifat-sifatnya sebagai seorang playboy. Sebaliknya, saya ingin sifat-sifat itu tercermin secara alami dalam sikap dan tindakannya. Cho Won adalah pria yang kompleks dan menantang. Karena dia adalah karakter yang perasaan sebenarnya tetap menjadi misteri hingga akhir, cukup menyenangkan untuk memerankannya, tetapi juga ada beberapa aspek yang sulit. Saya banyak berdiskusi dengan sutradara Jung Ji Woo untuk menghidupkan karakter Cho Won,” ungkapnya, dikutip dari Soompi, Rabu (23/9/2026).
Ji Chang Wook juga mengakui bahwa sedikit bagian dari dirinya tetap akan tercermin dalam karakter yang dimainkan karena dirinya merupakan aktor yang memerankan Cho Won.
“Mau tak mau, karena sayalah yang memerankan karakter tersebut, sedikit dari Ji Chang Wook pasti akan tercermin dalam karakter yang saya perankan,” ucapnya.
Mengenai adegan bersama Lady Cho yang diperankan Son Ye Jin, Ji Chang Wook menyebut setiap pertemuan kedua karakter tersebut memiliki ketegangan tersendiri setelah melalui proses latihan yang intens.
“Tidak ada satu pun adegan di mana Lady Cho dan Cho Won bertemu yang tidak menegangkan. Setiap momennya penuh dengan ketegangan. Kami selalu mengerahkan banyak usaha dalam latihan, dan saya pikir penonton akan dapat sepenuhnya merasakan ketegangan di antara keduanya, yang telah digambarkan dengan sangat teliti,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai makna akting baginya, Ji Chang Wook mengatakan pekerjaan tersebut semakin sulit didefinisikan sehingga ia banyak mengandalkan bantuan sutradara dan berbagai anggota tim produksi.
“Semakin lama semakin sulit. Itu karena tidak mudah untuk mendefinisikannya dalam satu kalimat. Itulah mengapa saya selalu berusaha untuk sangat bergantung pada bantuan rekan-rekan saya, mulai dari sutradara hingga sinematografi, pencahayaan, kostum, dan tata rias—bahkan tampilan ruang tempat saya berdiri,” katanya.
“Saya selalu berusaha untuk berakting di berbagai genre, tetapi itu tidak berarti saya bisa menjadi orang yang sama sekali berbeda. Pada akhirnya, akting adalah pekerjaan di mana Anda menerima bantuan dari orang lain. Saya sering berpikir bahwa mungkin keterampilan seorang aktor terletak pada seberapa baik mereka memanfaatkan bantuan itu,” imbuh Ji Chang Wook.
Ia mengatakan momen yang paling membuatnya menikmati pekerjaan adalah ketika dirinya dapat berkomunikasi dengan baik bersama rekan dan anggota tim hingga menghasilkan adegan yang memuaskan bagi semua pihak.
Di luar pekerjaannya sebagai aktor, Ji Chang Wook justru menggambarkan kehidupan sehari-harinya belakangan ini sebagai sesuatu yang membosankan dan berulang, meski ia tetap merasa beruntung karena karier yang dipilihnya masih memberikan kesenangan.
“Jujur, kehidupan sehari-hari saya akhir-akhir ini cukup membosankan dan monoton. Terkadang bahkan terasa tidak menarik. Meskipun begitu, hal yang beruntung adalah karier yang saya pilih masih sangat menyenangkan bagi saya. Saya ingin terus bergerak maju dengan mantap menuju standar yang telah saya tetapkan untuk diri saya sendiri,” ujar Ji Chang Wook.