JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan AS terkait kemungkinan berlanjutnya serangan terhadap negaranya.
Pezeshkian menyatakan Iran akan memberikan balasan apabila kembali menjadi sasaran serangan. Meski demikian, ia menegaskan Teheran tidak menginginkan terjadinya perang.
"Kami tidak pernah memulai perang, namun jika mereka ingin terus berperang melawan kami, kami akan merespons dengan keras dan secara tegas," ucap Pezeshkian memperingatkan AS, dalam wawancara dengan wartawan Fox News, Bret Baier, seperti dikutip darub Press TV, Sabtu (26/9/2026).
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat berada di New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Ia diwawancarai media AS di sela-sela agenda tersebut.
Menurut Pezeshkian, Iran berada dalam posisi harus mempertahankan diri ketika mendapat serangan.
"Kami tidak memilih perang. Perang itu dipaksakan kepada kami. Kami tidak menginginkan perang. Sebaliknya, setiap kami mereka menyerang kami, kami terpaksa membela diri," kata Pezeshkian dalam wawancara tersebut.
Lebih lanjut, Pezeshkian juga menolak tekanan yang diarahkan kepada Iran untuk menyerah di luar ketentuan hukum internasional.
"Dan saat ini, tekanan yang terus mereka berikan kepada kami bertujuan memaksa kami untuk menyerah di luar kerangka hukum internasional, itu adalah sesuatu yang mustahil," ucapnya.