Jika Purbaya Diganti Sejak Pagi, Pengamat Sebut Pasar Bisa Lebih Bergejolak

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 20 Sep 2026, 19:26 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pergantian Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi respons pasar keuangan. Purbaya kemudian digantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih.

Dalam podcast Nusantara TV bertema “Pengamat Sebut Kalau Purbaya Diganti dari Pagi, Saham-Saham Berguguran”, pengamat membahas bagaimana waktu pengumuman pergantian Menteri Keuangan dapat memengaruhi respons pasar.

Menurut pengamat tersebut, pengumuman pergantian Purbaya dilakukan mendekati penutupan perdagangan. Kondisi itu dinilai membuat dampak terhadap rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG tidak terlalu besar.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan kemungkinan jika pergantian diumumkan sejak pagi sebelum aktivitas perdagangan berlangsung. Menurutnya, situasi pasar berpotensi menjadi lebih bergejolak.

“Karena kalau seandainya Pak Purbaya ini memang benar-benar dari pagi itu pasti saham-saham berguguran. Apalagi Menteri Keuangan ya, Menteri Keuangan,” kata pengamat tersebut, dikutip dari kanal Youtube Nusantara TV, Minggu (20/9/2026).

Dalam pembahasannya, pengamat juga menyoroti posisi Menteri Keuangan yang dianggap strategis bagi perekonomian. Pergantian pejabat di posisi tersebut dapat menjadi perhatian pelaku pasar karena berkaitan dengan arah kebijakan fiskal dan pengelolaan keuangan negara.

Ia juga menyebut respons pasar setelah pergantian Purbaya dapat dilihat melalui pergerakan rupiah dan IHSG. Dalam podcast tersebut, ia menilai pelemahan yang terjadi tidak terlalu tajam.

Di sisi lain, pengamat menilai sosok Suahasil Nazara turut menjadi faktor yang diperhatikan pasar. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan kemudian dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya.

Setelah menjabat, Suahasil menyatakan mendapat arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga keuangan negara, termasuk memastikan APBN tetap kredibel serta mampu mendukung pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.

Kementerian Keuangan juga mencatat kinerja APBN hingga akhir Agustus 2026 tetap kuat. Pendapatan negara mencapai Rp2.055,6 triliun, sementara belanja negara sekitar Rp2.295 triliun dan defisit tercatat Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB.

Pergantian Menteri Keuangan pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan perubahan pejabat, tetapi juga menjadi perhatian pasar terhadap kesinambungan kebijakan fiskal. Pergerakan rupiah dan IHSG menjadi salah satu indikator yang dapat mencerminkan respons pelaku pasar terhadap perubahan tersebut.