Kapolda Riau Tegaskan Tanpa Toleransi untuk Pelaku Karhutla 2026

Oleh Hidayat Taufik pada 04 Apr 2026, 00:30 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kapolda Riau Herry Heryawan menegaskan komitmen kuat dalam penegakan hukum kasus kebakaran hutan dan lahan. Ia menyatakan tidak ada toleransi bagi pelaku.

Ia menyampaikan hal itu saat memantau langsung karhutla di Bengkalis pada Jumat, 3 April 2026, Selain itu tim ahli turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kapolda menegaskan bahwa aparat akan bertindak tegas terhadap pelaku, baik yang sengaja membakar maupun yang lalai.

Oleh karena itu, penegakan hukum harus berjalan adil dan konsisten.

Sepanjang 2025, Polda Riau menangani 74 kasus karhutla, Mereka juga telah menetapkan 74 tersangka dalam berbagai kasus tersebut.

Di sisi lain, Polda Riau terus mendorong langkah pencegahan, Mereka aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Selain itu, pihak kepolisian memasang ratusan papan peringatan di berbagai wilayah rawan, Papan tersebut berisi ancaman pidana bagi pelaku pembakaran.

Kapolda juga melarang pemanfaatan lahan bekas terbakar untuk perkebunan, Ia menilai langkah ini penting untuk menciptakan efek jera.

Sementara itu, pakar kehutanan dari IPB University, Bambang Hero Saharjo, mengingatkan potensi ancaman besar tahun ini, Ia menyoroti fenomena Super El Nino yang bisa memperparah kebakaran.

Menurutnya, kondisi suhu laut yang meningkat hingga 2,7°C mirip dengan peristiwa 1997–1998, Saat itu, kebakaran meluas hingga jutaan hektare dan menimbulkan korban jiwa.

Oleh sebab itu, ia meminta semua pihak mengambil langkah proaktif sejak dini, Ia menilai pencegahan lebih efektif dibanding penanganan saat kebakaran terjadi.

Selain itu, Bambang mendukung program Green Policing Polda Riau, Program tersebut mendorong penanaman pohon untuk menekan emisi karbon.

Ia menjelaskan bahwa kebakaran hutan melepaskan emisi besar ke atmosfer.

Namun, penanaman pohon dapat membantu menyerap kembali karbon tersebut.

Karena itu, ia menilai langkah tersebut bukan sekadar simbolis, Sebaliknya  program ini menjadi solusi ilmiah untuk mengurangi dampak perubahan iklim.