JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah keluhan pelanggan soal kue ulang tahun memicu terbongkarnya skandal besar “ghost cake” di China. Kasus ini bermula saat seorang konsumen di Beijing menerima kue dengan hiasan bunga yang tidak bisa dimakan.
Namun, ia melaporkan penjual ke otoritas setelah merasa kualitas produk sangat mengecewakan. Penyelidikan kemudian menemukan jaringan toko kue fiktif dengan hampir 400 lokasi tanpa toko fisik.
Selain itu, vendor tersebut menggunakan izin usaha palsu untuk beroperasi di platform online. Temuan ini memicu investigasi nasional terhadap industri pengiriman makanan di China.
Regulator menemukan lebih dari 67.000 vendor “hantu” yang telah menjual jutaan kue. Sementara itu, sistem rantai pasok menunjukkan praktik perantara yang merugikan konsumen.
Vendor menerima pesanan, lalu melelangnya ke produsen lain dengan harga terendah. Akibatnya, kualitas makanan dan keamanan produk sering dikorbankan demi harga murah.
Dalam satu kasus, konsumen membayar 252 yuan untuk kue, tetapi produsen hanya menerima sebagian kecil. Platform juga mengambil komisi sekitar 20 persen dari setiap transaksi.
Karena itu, produsen asli hanya memperoleh margin keuntungan yang sangat tipis.