Kasus Uang Rp20 Juta Mahasiswa UBK Kian Ramai, Publik Tunggu Penjelasan Gibran

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 24 Jun 2026, 11:45 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pengakuan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) terkait penerimaan uang Rp20 juta usai aksi demonstrasi dan pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memicu polemik baru. Sejumlah pihak kini mendesak adanya penjelasan terbuka mengenai asal usul dana tersebut.

Kasus ini bermula dari aksi mahasiswa UBK di kawasan Medan Merdeka Selatan pada 15 Juni 2026. Mahasiswa membawa enam tuntutan, mulai dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis hingga peninjauan kebijakan kenaikan harga BBM.

Di tengah aksi, perwakilan mahasiswa mendapat informasi bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersedia menerima delegasi. Sebanyak 15 mahasiswa kemudian bertemu dengan wakil presiden di Kantor Wakil Presiden.

Polemik muncul setelah Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Abdimaludin, mengaku menerima uang Rp20 juta. Pengakuan tersebut disampaikan dalam forum klarifikasi internal mahasiswa yang digelar pada 22 Juni 2026.

Dalam forum itu, Abdimaludin disebut menjelaskan bahwa uang tersebut berkaitan dengan upaya memindahkan lokasi demonstrasi dari kawasan Istana Negara menuju DPR RI. Namun rencana tersebut tidak terlaksana karena aksi tetap berlangsung di sekitar Istana.

Mahasiswa juga mengungkap uang Rp20 juta itu dibagikan kepada tujuh orang, dengan Abdimaludin disebut menerima sekitar Rp6 juta. Hingga kini, asal dana tersebut masih menjadi tanda tanya karena muncul dua versi keterangan mengenai sumbernya.

Mahasiswa kemudian mengajukan delapan tuntutan kepada kampus, termasuk pembentukan tim investigasi independen. Sementara itu, sejumlah pihak seperti Deddy Sitorus, Istana, dan Yusril Ihza Mahendra turut menyoroti kasus tersebut. Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai sumber dana Rp20 juta yang memicu polemik tersebut.