Keluar dari Paket Ponsel Keluarga Jadi Momen Menuju Kemandirian Finansial

Oleh Zahra Zahwa pada 02 Aug 2026, 14:00 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Bergabung dalam paket ponsel keluarga sering menjadi cara mudah untuk menghemat biaya komunikasi. Namun, banyak orang pada akhirnya harus keluar dari paket tersebut dan mulai membayar tagihan sendiri.

Pengalaman itu dialami seorang penulis yang mengisahkan perjalanan kepemilikan ponselnya sejak kecil. Ia mendapatkan telepon seluler pertamanya saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

Saat itu, ayahnya mengajak membeli Samsung Glyde di gerai Verizon. Ponsel dengan layar sentuh dan papan ketik geser itu langsung menjadi perangkat favoritnya.

Seiring waktu, ia mulai menikmati kebiasaan berkirim pesan singkat kepada teman-temannya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari masa tumbuh bersama perkembangan teknologi seluler.

Pada 2013, ia memperoleh iPhone pertamanya ketika berusia 13 tahun. Selain gemar berfoto selfie, ia juga sering mencoba berbagai fitur baru, termasuk asisten virtual Siri.

Sementara itu, ia kemudian mendapatkan iPhone generasi berikutnya yang sudah menggunakan sensor sidik jari. Fitur tersebut saat itu menjadi salah satu inovasi baru dari Apple.

Namun, ponsel itu hilang di sekitar kampus saat ia menempuh pendidikan. Beruntung, sang ayah yang sedang berkunjung membantunya membeli perangkat pengganti di gerai Verizon.

Kini, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa dukungan keluarga dalam urusan teknologi tidak selalu berlangsung selamanya. Karena itu, banyak orang perlu bersiap mengelola biaya layanan seluler secara mandiri ketika keluar dari paket keluarga.