Kenapa Tak Boleh Langsung Tidur Usai Lari Sore?

Oleh Hidayat Taufik pada 28 Sep 2026, 11:04 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Lari pada sore hari menjadi pilihan bagi masyarakat yang tidak memiliki waktu berolahraga pada pagi hari. Namun, waktu berakhirnya latihan perlu diperhatikan agar tidak mengganggu waktu tidur.

Pelatih lari Asics Indonesia, Andriyanto, menyarankan pelari memberikan jeda sekitar tiga jam antara selesai berlari dan waktu tidur.

Menurut dia, tubuh membutuhkan waktu untuk menurunkan detak jantung setelah melakukan aktivitas fisik. Karena itu, latihan sebaiknya tidak berakhir terlalu dekat dengan jam tidur.

“Kalau kita lari sore, kan gini, lari itu sebaiknya selesai 3 jam sebelum tidur,” ujar Andri saat ditemui selepas konferensi pers Jakarta Speed Run di Plaza Senayan Arcadia, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Saat berlari, detak jantung mengalami peningkatan. Kondisi tersebut tidak langsung kembali seperti saat tubuh beristirahat setelah latihan selesai.

“Kita butuh waktu sekitar 3 jam untuk kembali menurunkan detak jantung,” lanjutnya.

Apabila olahraga dilakukan mendekati waktu tidur, sebagian orang dapat mengalami kesulitan untuk terlelap. Kondisi tubuh yang masih aktif menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

“Kalian pernah nggak ngerasain, kalau lari sore kok jadi susah tidur? Ya itu karena detak jantung,” terang Andri.

Karena itu, pelari disarankan memperhitungkan durasi latihan dan waktu selesai berolahraga. Dengan begitu, masih terdapat cukup waktu sebelum memasuki jam istirahat malam.

Perhatikan Waktu dan Intensitas Lari

Memberikan jeda tiga jam setelah berlari bisa menjadi tantangan bagi pekerja yang baru memiliki waktu luang pada sore atau malam hari.

Andri mencontohkan kondisi pekerja yang baru menyelesaikan aktivitas kantor pada sore hari. Setelah itu, mereka masih harus berlari, melakukan perjalanan pulang, dan mempersiapkan diri sebelum tidur.

“Masalahnya orang Jakarta, orang kantor jam 9 baru selesai meeting, jadi jam 11 masih kena macet-macet gitu,” kata Andri.

Karena kondisi setiap orang berbeda, waktu berolahraga perlu disesuaikan dengan jadwal aktivitas dan waktu istirahat masing-masing.