Ketahui Visceral Fat, Lemak Aktif yang Menumpuk dalam Perut dan Cara Menghilangkannya

Oleh Chodijah Febriani pada 01 Nov 2026, 13:30 WIB

Lemak Perut - pexels/Towfiqu barbhuiya

JAKARTA, Cobisnis.com - Lemak visceral merupakan jenis lemak tubuh yang tersimpan jauh di dalam rongga perut dan membungkus organ-organ vital seperti hati, pankreas, lambung, dan usus.

Lemak visceral berbeda dengan lemak yang biasa kamu cubit di bawah kulit. Lemak ini berada di dalam tubuh, dan sangat aktif secara metabolik. Lemak ini juga secara terus-menerus melepaskan senyawa peradangan serta hormon yang dapat mengganggu fungsi normal dalam tubuh.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menangani tumpukan lemak visceral, karena lemak ini tidak boleh disepelekan atau dibiarkan. Sebab, membiarkan tumpukan lemak ini dapat menabung risiko untuk berbagai penyakit kronis yang mematikan.

Dijelaskan pelatih kebugaran Tanvi Parikh baru-baru ini berbicara tentang mengurangi lemak visceral secara alami, mempertanyakan apakah saran umum untuk makan lebih sedikit, bergerak lebih banyak cukup untuk mengatasi lemak perut yang membandel.

Namun, mengurangi lemak visceral tidak selalu berarti mengurangi kalori secara drastis atau melakukan lebih banyak kardio.

Menurut Dt Shalini Bliss, Rumah Sakit PSRI, Delhi, beberapa faktor, termasuk diet, aktivitas fisik, tidur, stres, usia, dan hormon, dapat memengaruhi seberapa banyak lemak visceral yang dimiliki seseorang.

"Mengurangi makan dan meningkatkan kardio saja tidak cukup untuk selalu mengurangi lemak visceral," ungkap Bliss dikutip dari Indianexpress, Minggu (1/11/2026).

Lemak visceral dipengaruhi oleh keseimbangan kalori secara keseluruhan, kualitas diet, aktivitas fisik, usia, genetika, hormon, tidur, dan stres. Baik pembatasan kalori maupun olahraga dapat membantu mengurangi lemak visceral, tetapi perubahan mungkin tidak selalu langsung terlihat pada timbangan.

Apakah perubahan gaya hidup apa yang dapat membantu?

Bliss mengatakan, untuk melakukan perubahan gaya hidup dia menyarankan untuk sertakan pola makan yang sehat.

"Makanlah makanan kaya protein, sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan serat. Kurangi minuman manis, kalori berlebih, dan makanan olahan. Aktivitas fisik sama pentingnya. Gabungkan aktivitas aerobik dan latihan kekuatan, hindari duduk terlalu lama, dan bergeraklah sepanjang hari," saran Bliss.

Lebih lanjut, kata Bliss, meskipun penurunan berat badan menunjukkan bahwa lemak tubuh secara keseluruhan berkurang, timbangan tidak dapat memberi tahu kita secara spesifik berapa banyak lemak visceral yang telah hilang.

"Lingkar pinggang dapat menjadi cara yang berguna dan sederhana untuk memantau perubahan lemak perut dari waktu ke waktu. Namun, pengukuran ini tidak memberikan pengukuran yang tepat untuk lemak visceral," tambahnya.

Pencitraan yang lebih khusus dapat menilai lemak visceral secara lebih langsung. "Melakukan CT dan MRI dapat menilai lemak visceral secara lebih langsung, tetapi tidak digunakan secara rutin pada kebanyakan orang," kata Bliss.

Selain itu, Bliss juga menyarankana untuk tidur dan manajemen stres juga tidak boleh diabaikan. Keduanya dapat memengaruhi nafsu makan, metabolisme, dan penyimpanan lemak.

"Tidak ada satu pun olahraga atau makanan yang secara khusus dapat mengurangi lemak visceral, kuncinya adalah konsistensi dari waktu ke waktu," tukasnya.