Kinerja Moncer, AUC BSI Tembus Rp128 Triliun dan Sabet Penghargaan Kustodian Syariah Terbaik

Oleh Dwi Natasya pada 16 Feb 2026, 14:07 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memperkuat lini bisnis kustodian sebagai bagian dari optimalisasi ekosistem keuangan syariah di pasar modal. Hingga Desember 2025, perseroan mencatat asset under custody (AUC) lebih dari Rp128 triliun atau tumbuh 12,88% secara tahunan (year on year).

Tak hanya dari sisi nilai kelolaan, jumlah nasabah ritel juga mengalami peningkatan signifikan. Total rekening kustodian tercatat melampaui 64 ribu, melonjak 73% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Atas performa tersebut, BSI kembali meraih penghargaan internasional sebagai The Best Islamic Custodian Bank dalam ajang 19th Annual Transaction Banking Awards 2025 yang digelar oleh Alpha Southeast Asia di Singapura. Capaian ini menjadi tahun ketiga berturut-turut BSI memperoleh pengakuan serupa.

Penghargaan tersebut menegaskan posisi BSI sebagai pemain utama dalam layanan kustodian syariah di Indonesia, sekaligus mencerminkan standar tata kelola, profesionalisme, serta kualitas layanan yang diakui secara global.

Direktur Treasury & International Banking BSI, Firman Nugraha, menyampaikan bahwa BSI saat ini merupakan bank kustodian syariah terbesar di Tanah Air. Menurutnya, posisi tersebut menjadi fondasi strategis dalam mendorong pengembangan ekosistem keuangan syariah nasional.

“Bank Kustodian BSI merupakan Bank Kustodian Syariah terbesar di Indonesia, sebuah posisi strategis yang memberikan nilai tambah dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah nasional. Kami akan terus mendorong bisnis ini meraih kinerja positif dan tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.

Firman menambahkan, potensi Islamic ecosystem di Indonesia masih sangat luas dan perlu dioptimalkan secara masif. BSI hadir sebagai one stop solution dengan ragam layanan pasar modal berbasis syariah, mulai dari safekeeping, fund services, wali amanat, hingga keagenan. Layanan tersebut dirancang untuk mendukung kelancaran transaksi sekaligus membantu nasabah meningkatkan efisiensi pengelolaan investasi.

Dari sisi operasional, Bank Kustodian BSI ditopang oleh tim profesional dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri pasar modal. Sistem kustodian yang terintegrasi juga memastikan keamanan dan efisiensi dalam setiap proses bisnis.

Ke depan, BSI berencana memperluas ekspansi layanan dengan menghadirkan inovasi yang selaras dengan kebutuhan pasar. Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah partisipasi dalam ekosistem bisnis emas, termasuk administrasi Gold Exchange-Traded Fund (Gold ETF), guna memperkuat instrumen investasi syariah di pasar modal.