Komdigi Ungkap 90 Persen Trafik Internet RI Masih Bergantung pada Singapura

Oleh Desti Dwi Natasya pada 16 Jun 2026, 16:42 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan konektivitas internet nasional yang selama ini bertumpu pada Singapura. Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan jalur alternatif guna memperkuat ketahanan dan kedaulatan digital nasional.  

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen trafik internet internasional Indonesia saat ini masih melewati Singapura. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan besar di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan kebutuhan infrastruktur teknologi yang terus meningkat.  

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, menyebut ketergantungan terhadap satu jalur utama dapat menimbulkan risiko apabila terjadi gangguan konektivitas. Karena itu, pemerintah mendorong diversifikasi jaringan agar akses data tidak hanya bergantung pada satu titik internasional.  

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan dan penguatan jaringan kabel bawah laut sebagai jalur alternatif. Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting karena menjadi tulang punggung utama lalu lintas data global.  

Selain kabel bawah laut, pemerintah juga berupaya memperluas jaringan kabel darat di berbagai wilayah Indonesia. Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keandalan konektivitas digital antarpulau dan mengurangi potensi gangguan jaringan.  

Komdigi juga tengah menyelaraskan peta jalan pembangunan pusat data, jaringan kabel laut, dan kabel darat secara terintegrasi. Strategi ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan kebutuhan data yang semakin besar, termasuk untuk pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).  

Ketergantungan terhadap Singapura selama ini terjadi karena negara tersebut merupakan salah satu pusat pertukaran internet dan jaringan kabel bawah laut terbesar di kawasan Asia. Akibatnya, sebagian besar trafik data Indonesia secara historis terlebih dahulu melewati Singapura sebelum terhubung ke jaringan global.  

Melalui diversifikasi jalur konektivitas, pemerintah berharap ketahanan infrastruktur digital nasional dapat semakin kuat di masa depan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi digital serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital regional.