JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Rusia melarang seluruh ekspor diesel setelah serangan drone Ukraina menghantam sejumlah kilang minyak. Kebijakan itu diambil untuk meningkatkan pasokan bahan bakar di dalam negeri.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengumumkan keputusan tersebut dalam pertemuan yang juga dihadiri Presiden Vladimir Putin. Ia mengatakan pemerintah ingin memastikan kebutuhan pasar domestik tetap terpenuhi.
Sebelumnya, Rusia hanya membatasi ekspor diesel oleh perusahaan nonprodusen, seperti pedagang bahan bakar. Namun, aturan terbaru juga melarang produsen mengekspor diesel ke luar negeri.
Dengan kebijakan itu, seluruh pelaku industri tidak lagi dapat menjual diesel ke pasar internasional. Selain itu, langkah tersebut diperkirakan akan memengaruhi pasokan energi global yang sudah berada dalam kondisi sensitif.
Pasar energi juga menghadapi ketidakpastian akibat meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Karena itu, penghentian ekspor diesel dari Rusia berpotensi memperketat pasokan dan mendorong kenaikan harga di pasar internasional.
Awal pekan ini, Novak menyatakan pasokan diesel dan bensin di Rusia masih mencukupi. Namun, laporan dari berbagai wilayah menunjukkan antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.
Kondisi itu memperlihatkan tekanan terhadap sektor energi Rusia yang terus berlangsung di tengah perang dengan Ukraina. Meski begitu, pemerintah berharap larangan ekspor dapat membantu menstabilkan distribusi bahan bakar di dalam negeri.