Lebaran di Jakarta: Kota yang Menyambut Tanpa Harus Pulang Kampung

Oleh Hidayat Taufik pada 21 Mar 2026, 20:59 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Jakarta menghadirkan perayaan Idulfitri yang berbeda pada tahun ini. Suasana kota tetap meriah meski sebagian umat merayakan pada 20 Maret dan sebagian lainnya pada 21 Maret. Di Bundaran HI, Festival Beduk Kolosal, atraksi air mancur, instalasi seni, dan pertunjukan musik digelar selama dua malam berturut-turut. Festival ini menegaskan bahwa Jakarta ingin menjadi ruang yang menyambut semua warganya, tanpa terkecuali.

Beberapa bulan terakhir, Jakarta semakin aktif menyelenggarakan festival multikultural. Mulai dari Festival Ogoh-Ogoh menjelang Nyepi, perayaan Imlek di Februari, hingga Christmas Carol pada Desember, semua dirayakan dengan memberikan ruang yang setara bagi setiap komunitas. Langkah ini menjadi bukti nyata upaya kota untuk menjadi inklusif dan menghargai keberagaman.

Inovasi paling menarik hadir dari program “Mudik ke Jakarta”, sebuah konsep yang mencoba membalik tradisi. Jakarta bukan hanya menjadi titik keberangkatan, tetapi juga tujuan Lebaran. Program ini menyediakan transportasi publik gratis mulai dari Transjakarta, MRT, hingga LRT, berbagai diskon belanja, paket wisata tematik, serta promo hotel untuk warga lokal maupun pengunjung dari luar kota.

Tujuannya bukan sekadar promosi, tetapi memberikan pilihan baru agar warga dan wisatawan dapat merasakan pengalaman Lebaran yang berbeda di ibu kota.

Program ini juga membuka refleksi lebih dalam terkait tradisi mudik. Apakah makna mudik hanya soal jarak, atau sebenarnya tentang perasaan “pulang”? Teknologi modern memungkinkan komunikasi jarak jauh, membuat interaksi keluarga tetap terasa hangat meski tidak harus berada di kampung halaman.

Jakarta mencoba menunjukkan bahwa merayakan Lebaran tidak selalu harus meninggalkan kota, tetapi bisa tetap bermakna dengan cara yang lebih praktis dan nyaman.

Melalui program ini, Jakarta tidak menolak tradisi, namun menawarkan alternatif yang relevan dengan kondisi modern. Kota ini ingin menjadi rumah yang menyambut semua warganya, sekaligus mengajak masyarakat meninjau kembali makna perayaan dan kebersamaan di tengah perubahan zaman.