JAKARTA, Cobisnis.com – Liverpool FC kembali menuai hasil mengecewakan di Premier League usai tampil gemilang di UEFA Champions League. Teranyar, The Reds takluk 1-2 dari Brighton & Hove Albion dalam pertandingan yang berlangsung di Amex Stadium.
Hasil ini terasa kontras jika melihat performa Liverpool beberapa hari sebelumnya. Tim asuhan Arne Slot tampil dominan dengan kemenangan telak 4-0 atas Galatasaray pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Namun, performa impresif tersebut gagal mereka bawa ke kompetisi domestik.
Kekalahan dari Brighton menjadi yang ke-10 bagi Liverpool di liga musim ini.
Statistik menunjukkan tren inkonsistensi yang cukup mengkhawatirkan, di mana dari 10 laga liga setelah tampil di Liga Champions, Liverpool mencatat lima kekalahan, empat kemenangan, dan satu hasil imbang.
Legenda klub, Steven Gerrard, menilai persoalan utama terletak pada minimnya kedalaman skuad. Ia menyebut, kelelahan akibat jadwal padat serta terbatasnya opsi rotasi ditambah badai cedera membuat Liverpool kesulitan menjaga performa tetap stabil.
Selain itu, Gerrard juga menyoroti minimnya perubahan dalam susunan pemain. Menurutnya, kurangnya rotasi berdampak pada menurunnya energi tim, sehingga performa Liverpool di akhir pekan kerap tak sebaik saat tampil di tengah pekan.