Lonjakan Harga Solar BP Capai Rp 25.560 per Liter, Apa Dampaknya?

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 20 Apr 2026, 16:37 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga BBM di SPBU BP mengalami perubahan signifikan, khususnya pada jenis Ultimate Diesel yang naik tajam per 18 April 2026.

Kenaikan ini menjadi sorotan karena selisihnya cukup besar dibandingkan harga sebelumnya. Ultimate Diesel kini dijual Rp 25.560 per liter dari sebelumnya Rp 14.620 per liter.

Artinya, terjadi lonjakan sebesar Rp 10.940 per liter dalam waktu singkat. Kenaikan ini mencerminkan tekanan harga energi yang masih tinggi.

Sementara itu, untuk jenis BBM lainnya seperti BP 92 tidak mengalami perubahan harga. Produk ini masih dijual Rp 12.390 per liter.

Hal yang sama juga terjadi pada BP Ultimate yang tetap berada di angka Rp 12.930 per liter. Stabilnya harga bensin ini menunjukkan adanya perbedaan tekanan pasar antara solar dan bensin.

Kenaikan tajam pada diesel biasanya berkaitan dengan harga minyak global dan biaya distribusi. Solar juga banyak digunakan di sektor industri dan logistik.

Dampaknya bisa terasa pada biaya operasional transportasi dan distribusi barang. Jika berlanjut, hal ini berpotensi mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok.

Di sisi lain, stabilnya harga bensin memberi sedikit ruang bagi pengguna kendaraan pribadi. Kondisi ini menjaga daya beli masyarakat tetap relatif aman.

Perubahan harga BBM oleh SPBU swasta seperti BP juga mencerminkan dinamika pasar yang lebih fleksibel. Berbeda dengan BBM subsidi, harga ini mengikuti mekanisme pasar global.

Langkah BP ini bisa menjadi indikator tren harga energi ke depan. Pelaku usaha dan masyarakat perlu mencermati pergerakan ini dengan lebih waspada.

Dengan kondisi ini, perhatian kini tertuju pada apakah operator lain akan mengikuti penyesuaian harga. Hal ini akan menentukan arah biaya energi nasional dalam waktu dekat.