Mercedes-Benz Kaji Penutupan Dua Pabrik di Jerman

Oleh Desti Dwi Natasya pada 28 Sep 2026, 09:51 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Mercedes-Benz mengisyaratkan kemungkinan menutup dua fasilitas produksinya di Jerman di tengah tekanan penjualan dan upaya perusahaan meningkatkan efisiensi.

Kepala Produksi Mercedes-Benz Michael Schiebe menyampaikan opsi tersebut saat berbicara kepada para pekerja di pabrik Sindelfingen, Jerman.

Schiebe menegaskan perusahaan masih menargetkan seluruh fasilitas produksi di Jerman tetap beroperasi, sementara penutupan disebut sebagai opsi terakhir apabila upaya efisiensi tidak mencapai target.

“Tujuan jelas perusahaan adalah untuk mempertahankan semua lokasi kami di Jerman. Namun, jika kami tidak dapat melakukan ini, kami harus menutup satu pabrik perakitan Jerman dan satu pabrik powertrain Jerman,” ujar Schiebe yang dilansir dari CarScoops pada Minggu (27/9/2026).

Mercedes-Benz saat ini mengoperasikan tiga lokasi perakitan kendaraan dan tujuh pabrik powertrain di Jerman.

Schiebe belum menyebutkan fasilitas mana yang berpotensi terdampak apabila opsi penutupan tersebut benar-benar dilakukan.

Rencana tersebut mendapat penolakan dari serikat pekerja IG Metall yang mewakili ribuan karyawan Mercedes-Benz.

Tekanan terhadap Mercedes-Benz terjadi ketika penjualan perusahaan di pasar global mengalami perlambatan, termasuk di China yang menjadi salah satu pasar penting.

Pada kuartal kedua, penjualan Mercedes-Benz di China disebut turun 30 persen dan perusahaan mencatat kerugian sekitar US$800 juta di tengah persaingan dengan produsen kendaraan China.

Persaingan tersebut melibatkan sejumlah merek seperti BYD, Geely, GAC, dan Changan yang menawarkan kendaraan dengan harga lebih kompetitif.

Mercedes-Benz juga menghadapi dampak kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang disebut meningkatkan biaya operasional perusahaan hingga lebih dari US$1,1 miliar sepanjang 2025.

Manajemen Mercedes-Benz kini berupaya merundingkan skema pemangkasan biaya baru bersama para pekerja untuk meningkatkan produktivitas di Jerman.

“Kami membutuhkan kondisi kerangka kerja yang meningkatkan produktivitas di Jerman,” tulis pihak Mercedes-Benz dalam keterangan resminya kepada Reuters.