Meta Luncurkan Muse Wonder dengan Memori Aktif

Oleh Desti Dwi Natasya pada 13 Oct 2026, 14:00 WIB

Meta meluncurkan Muse Wonder dan Muse Wonder Full dengan fitur memori aktif, kemampuan coding, serta dukungan untuk tugas kompleks jangka panjang.

JAKARTA, Cobisnis.com - Meta melalui laboratorium superintelijennya meluncurkan dua model kecerdasan buatan (AI) terbaru, Muse Wonder dan Muse Wonder Full, pada Senin (12/10/2026) untuk memperkuat persaingan dengan pengembang AI lain, termasuk OpenAI dan Anthropic.

Kedua model tersebut dikembangkan untuk menangani tugas kompleks dalam pekerjaan profesional maupun kebutuhan sehari-hari, mulai dari menganalisis dokumen, memahami informasi keuangan dan kesehatan, hingga membantu membangun aplikasi melalui pemrograman.

Peluncuran ini menjadi langkah baru Meta dalam mengembangkan model AI berkemampuan tinggi setelah sebelumnya memperkenalkan Muse Spark yang dirancang lebih ringan dengan latensi rendah.

Dalam blog resminya, Meta menyebut kedua model tersebut sebagai bagian dari peningkatan kemampuan AI menuju konsep personal superintelligence atau kecerdasan super personal, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan pengujian internal Meta, Muse Wonder dan Muse Wonder Full menunjukkan performa kompetitif pada sejumlah tolok ukur, termasuk kemampuan menjalankan tugas berbasis agen dan pemrograman. Hasil tersebut juga dibandingkan dengan model lain seperti Claude Fable 5.1 dan GPT-6 Astra. Namun, hasil benchmark tersebut merupakan evaluasi pada tugas tertentu dan tidak otomatis menunjukkan keunggulan dalam semua penggunaan.

Fitur Memori Aktif Jadi Andalan

Salah satu fitur utama seri Muse Wonder adalah Active Memory atau memori aktif, yang memungkinkan model mempertahankan konteks penting dari percakapan sebelumnya dan menggunakannya kembali ketika dibutuhkan.

Fitur ini dirancang untuk membantu AI menangani pekerjaan jangka panjang tanpa harus memulai kembali dari awal setiap kali percakapan berlanjut.

"Kami menyalurkan upaya luar biasa untuk memastikan model ini mampu mengingat hal-hal penting bagi Anda selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan seterusnya," ujar Peneliti Utama Meta Kavya Kopparapu dalam video peluncurannya di blog resmi Meta, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (13/10/2026).

Selain memori aktif, kedua model dilengkapi Active Focus, kemampuan untuk terus mengupayakan penyelesaian tugas ketika menemui kendala, mencoba pendekatan lain, serta memulihkan proses setelah terjadi kesalahan.

Meta menyatakan kemampuan tersebut ditujukan untuk mendukung agen AI yang dapat menjalankan pekerjaan bertahap, termasuk mengoperasikan perangkat lunak dan menyelesaikan tugas yang membutuhkan waktu lebih panjang.

Harga dan Ketersediaan Muse Wonder

Dari sisi akses, Muse Wonder tersedia bagi pengembang melalui Meta Model API dan Muse Code dengan tarif US$4 per satu juta token input serta US$20 per satu juta token output.

Sementara itu, Muse Wonder Full hanya tersedia bagi pelanggan Muse Code melalui skema berlangganan dan ditujukan untuk menangani alur kerja yang lebih kompleks.

Meta juga berencana mengintegrasikan Muse Wonder ke dalam layanan Muse, dengan peluncuran awal bagi pelanggan berlangganan.

Pengembangan kedua model ini dilakukan setelah Meta merombak strategi AI sekitar 14 bulan sebelumnya. Perusahaan kemudian meningkatkan investasi pada pengembangan model dan infrastruktur komputasi, termasuk pusat data Prometheus di Ohio, Amerika Serikat.

Peluncuran Muse Wonder dan Muse Wonder Full menjadi bagian dari upaya Meta memperluas kemampuan AI untuk penggunaan pribadi maupun profesional, sekaligus memperkuat posisinya di tengah persaingan industri kecerdasan buatan.